Logo Dialeksis - Masker
Beranda / Berita / Aceh / Orang Ganguan Jiwa di Aceh Tamiang Capai 944 orang

Orang Ganguan Jiwa di Aceh Tamiang Capai 944 orang

Kamis, 01 Oktober 2020 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Hendra Vramenia

[Foto: Ist]


DIALEKSIS.COM | Aceh Tamiang - Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang mencatat, jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten itu mencapai 944 orang. Jumlah tersebut sedikit naik dari tahun sebelumnya, yakni 2019 yang hanya berjumlah 904 orang. 

Kepala Seksi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa pada Dinkes Aceh Tamiang, Rica Ruth Mailani mengatakan, jumlah ODGJ pada tahun 2020 ini tergolong meningkat dari dua tahun sebelumnya. Hal itu dapat dilihat dari data yang masuk hingga bulan Juni. 

"Data untuk bulan Juli hingga Desember 2020 belum masuk. Bisa saja jumlah itu akan bertambah," kata  Rica Ruth Mailani kepada Wartawan, Kamis (1/10/2020).

Rica menjelaskan ODGJ di Aceh Tamiang saat ini dibagi dalam dua tingkatan, yakni, ODGJ mandiri atau orang yang sudah dapat melakukan sesuatunya sendiri tanpa bantuan orang lain, seperti minum obat, makan, dan mandi sebanyak 558 orang. 

"Kemudian ODGJ partial atau orang yang masih perlu meminta bantuan orang lain sebanyak 282 orang, dan ODGJ total atau orang yang sama sekali tidak dapat melakukan sesuatunya sendiri dan harus total mendapatkan bantuan orang lain sebanyak 104 orang," katanya. 

Menurutnya, secara umum penyebab yang melatarbelakangi terjadinya ODGJ tidak diketahui secara pasti, bisa saja disebabkan karena faktor psikologi, ekonomi, lingkungan, dan narkoba. 

"Kami tidak tau penyebab pastinya, namun, kebanyakan 5 faktor itu yang melatarbelakangi, sebab pihak kami, memang tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai apa penyebab menjadi gila, hanya melakukan pendataan saja." katanya. 

Rica menambahkan apabila nantinya, ada kasus-kasus orang gila yang sudah termasuk kategori berat atau orang dengan gangguan jiwa yang sudah menganggu kenyaman pihak-pihak lain, pihaknya akan langsung merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit jiwa di Banda Aceh. 

"Setiap yang dirujuk itu memang harus ada penanganan khusus dan ada obat-obat yang diberikan. Untuk secara golongan umur bervariasi dan tergolong dalam usia produktif," katanya. 

Untuk itu, Rica mengaku pihaknya akan terus melakukan pendataan dan memantau ke berbagai daerah di Kabupaten Aceh Tamiang. "Setiap Puskesmas juga melakukan kunjungan-kunjungan ke rumah untuk memantau berbagaimana perkembangannya. Dan disamping itu, pihak RSUD Aceh Tamiang sudah memiliki dokter spesialis kejiwaan," ujarnya. (MHV)

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda