DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Masjid Raya Baiturrahman (MRB) kembali menjadi magnet bagi pasangan calon pengantin. Memasuki awal tahun 2026, antusiasme masyarakat untuk melangsungkan akad nikah di masjid kebanggaan rakyat Aceh itu kian terasa. Hingga awal Januari ini, sebanyak 150 pasangan telah lebih dulu mengamankan jadwal pernikahan mereka.
Fenomena tersebut melihat tingginya kepercayaan publik terhadap Masjid Raya Baiturrahman sebagai lokasi akad nikah yang tidak hanya sakral, tetapi juga sarat nilai sejarah dan religius.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Masjid Raya Baiturrahman, Saifan Nur, mengungkapkan bahwa pemesanan jadwal pernikahan untuk tahun 2026 bergerak sangat cepat, terutama pada tanggal-tanggal yang dianggap istimewa oleh masyarakat.
“Untuk sementara, sudah ada sekitar 150 pasangan yang melakukan booking pernikahan untuk tahun 2026. Beberapa tanggal cantik bahkan sudah penuh,” ujar Saifan Nur kepada media dialeksis.com, Sabtu, (3/1/2026).
Menurut Saifan, tanggal-tanggal dengan kombinasi angka unik menjadi incaran utama para calon pengantin. Salah satunya adalah 6 Juni 2026 (6-6-2026) dan 26 Juni 2026 (26-06-2026) yang saat ini sudah tidak lagi tersedia.
Tak hanya tanggal cantik, faktor budaya dan keagamaan juga turut memengaruhi lonjakan pemesanan. Bulan Syawal dan Zulhijjah disebut sebagai periode favorit masyarakat Aceh untuk melangsungkan pernikahan.
“Bulan Syawal dan Zulhijjah mulai padat. Ini berkaitan dengan tradisi masyarakat dan momentum keagamaan yang dianggap baik untuk memulai kehidupan rumah tangga,” jelasnya.
Dalam teknis pelaksanaannya, pengelola Masjid Raya Baiturrahman menerapkan sistem pembagian waktu. Setiap harinya, masjid membuka empat sesi pernikahan, kecuali hari Jumat yang dibatasi hanya tiga sesi demi menjaga kekhusyukan ibadah.
Meski demikian, Saifan menegaskan bahwa pihaknya tidak memberlakukan pembatasan jumlah pernikahan dalam satu bulan. Selama kuota harian tersedia, pasangan tetap dapat mengajukan permohonan.
Untuk tahun 2026, lanjut Saifan, tidak ada perubahan kebijakan terkait pelaksanaan pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman. Seluruh aturan dan ketentuan masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pasangan calon pengantin yang ingin melangsungkan akad nikah di MRB dapat mendaftar secara daring melalui laman resmi peonpe.mrbaceh.com dengan biaya administrasi atau donasi sebesar Rp1 juta.
Data pengelola masjid juga menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Sepanjang tahun 2025, tercatat 541 pasangan melangsungkan pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman. Jumlah tersebut meningkat 14 pasangan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 527 pasangan.
Lonjakan tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan April, bertepatan dengan bulan Syawal, yang secara kultural telah lama dikenal sebagai waktu favorit masyarakat Aceh untuk menggelar pesta pernikahan.
Saifan menilai, tren ini menjadi indikator kuat bahwa Masjid Raya Baiturrahman masih menempati posisi istimewa di hati masyarakat.
“Peningkatan ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat. Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol sejarah, religiusitas, dan identitas Aceh. Banyak pasangan ingin mengawali rumah tangga mereka di tempat yang memiliki makna mendalam,” pungkasnya.