Beranda / Berita / Aceh / Mahasiswa KKN Unimal Kelola Sampah Rumah Tangga Jadi Biogas

Mahasiswa KKN Unimal Kelola Sampah Rumah Tangga Jadi Biogas

Jum`at, 06 November 2020 21:40 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto: Ilustrasi/net

DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Setiap tahunnya Universitas Malikussaleh Lhokseumawe (Unimal) selalu melaksanakan kegiatan  Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa Unimal. Salah satu KKN mahasiswa Unimal mengolah sampah rumah tangga dan kotoran sapi menjadi biogas. 

Ketua Kelompok KKN 081, M Ilham Lapara, Jumat (06/11/2020) menyampaikan kepada media,"Sampah rumah tangga sebagai bahan utama, dan kotoran sapi guna mempercepat proses pembusukan. Kegiatan ini dilaksanakan di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe," ujarnya.  

Maksud dan tujuan  implementasi biogas M Ilham menjelaskan lagi, kegiatan menghasilkan biogas merupakan program pendukung dari salah seorang mahasiswa KKN, tujuannya untuk menghemat ekonomi rumah tangga masyarakat di Gampong Padang Sakti.

“Implementasi biogas ini merupakan salah satu program pendukung dari kelompok kami guna menghemat biaya rumah tangga masyarakat di era pandemi COVID-19 ini,” ungkap  M Ilham Lapara.

Ilham melanjutkan, pandemi COVID-19 ini berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat, karena itu mereka berusaha memanfaatkan apa dipergunakan.

Ilham menegaskan, sampah organik dan kotoran sapi sebagai sumber bakteri itu dapat mempercepat proses pembusukan, kemudian diolah dengan menggunakan alat yang sederhana hingga menghasilkan biogas. 

Selanjutnya, kata Ilham sisa akhir dari pengolahan biogas tersebut akan menjadi pupuk organik juga dapat digunakan untuk pemupukan buah naga yang merupakan Agrowisata utama di Padang Sakti. 

Hal serupa dijelaskan penanggungjawab program, Abdal menyampaikan, implementasi biogas ini masih dalam proses pembusukan dalam kurun waktu kurang lebih sekitar tujuh hari. 

Setelah proses itu selesai dan menghasilkan biogas, maka mereka akan melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus mengedukasi cara pembuatan biogas ini kepada masyarakat Gampong Padang Sakti.

"Kami berharap hasil dari implementasi ini dapat dilakukan secara berkelanjutan guna meringankan beban masyarakat, menghemat biaya yang dikeluarkan untuk setiap rumah tangga di era pandemi COVID-19 ini," jelas Abdal. 

Sementara itu dari dosen pengarah KKN, Em Yusuf Iis menyampaikan, mahasiswa berbakat harus mengajak masyarakat desa untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan inovatif seperti ini, salah satunya biogas tersebut.

Ia menambahkan, masyarakat pada umumnya belum begitu memahami bagaimana mengolah sampah organik menjadi biogas. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pemberdayaan biogas berpotensi yang dapat menggantikan LPG yang digunakan. 

"Upaya ini dilakukan oleh mahasiswa KKN kelompok 81 untuk membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga dalam upaya menghadapi dampak dari pandemi COVID-19," ungkap Em Yusuf.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda