Beranda / Berita / Aceh / Mahasiswa FKG Unsyiah Ikut Seminar Internasional Melalui Video Conference

Mahasiswa FKG Unsyiah Ikut Seminar Internasional Melalui Video Conference

Jum`at, 22 Februari 2019 11:21 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala bersama 10 kampus dalam dan luar negeri mengikuti seminar internasional yang dilaksanakan melalui video conference. Kegiatan yang bertajuk Dental Session Teleconference itu mengangkat tema Periodontal Medicne: A Global Trend in the Window of General Health yang dilaksanakan di Gedung UPT Teknologi, Informasi dan Komputer (TIK) Unsyiah. (Kamis, 22/2).

Adapun 10 kampus yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Hiroshima University, Kyushu University, Tohoku University, National Taiwan University, Kagoshima University, National Univesity of Singapore, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia dan Universitas Sumatra Utara. Kegiatan ini juga melibatkan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di mana pusat kegiatannya dilaksanakan di Daejeon Convention Center di Korea.

Tampil sebagai speaker dalam seminar internasional ini Dr. Yi-Wen Chen dari National Taiwan University, Assoc Prof. Agung Krismariono dari PDGI, Prof. Satoru Yamada dari Tohoku University, Dr. Kotaro Sena dari Kagoshima University, Dr. Fatima Tadjoedin dari Universitas Indonesia dan Prof. Hidemi Kurihara dari Hiroshima University.

FKG Unsyiah telah mengikuti kegiatan ini berulang kali. Di mana isu yang diangkat dalam seminar kali ini adalah bagaimana teori pengaruh gangguan sistemik pada penyakit periodontal secara ilmiah divalidasi.

Mengingat efek dari penyakit periodontal pada berbagai kondisi patologis sistemik cukup beragam, seperti penyakit kardiovaskular, penyakit serebrovaskular, diabetes, bayi berat lahir rendah sebelum lahir, dan preeklampsia.

Sisi hubungan gigi-sistemik ini telah disebut Kedokteran Periodontal dan berpotensi cukup signifikan terhadap kesehatan masyarakat, karena penyakit periodontal sebagian besar dapat dicegah dan sebagian besar dapat diobati.

Oleh karena itu, perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk memberikan banyak peluang baru dalam upaya mencegah dan meningkatkan prognosis beberapa penyakit sistemik.

Maka melalui kegiatan ini, diharapkan bisa  menyoroti pentingnya pencegahan dan pengobatan penyakit periodontal ini, sebagai bagian penting dari pengobatan ataupun pencegahan untuk meningkatkan status kesehatan di suatu negara. (Humas Unyiah)

Keyword:


Editor :
Pondek

riset-JSI
Komentar Anda