Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Aceh / Lima SMP di Aceh Ikuti Ajang Event Nasional Kemendikbud

Lima SMP di Aceh Ikuti Ajang Event Nasional Kemendikbud

Senin, 16 September 2019 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +
Kepala Sekolah SMPN 3 Kota Langsa, Sopian Hamid, S.Pd, M.Pd berpose bersama anak didiknya pada event Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang digelar Kemendikbud, Senin, (16/9/2019). Foto: Ist

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Kota Langsa berhasil mewakili Provinsi Aceh pada cabang musik tradisi festival lomba seni siswa nasional (FLS2N) yang digelar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pembinaan SMP dari tanggal 15-21 September 2019 di Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan Sopian Hamid, S.Pd, M.Pd, Kepala SMPN 3 Kota Langsa kepada Dialeksis.com, Senin, (16/9/2019).

"SMPN 3 Langsa berhasil mewakili Aceh setelah keluar sebagai juara pertama pada event serupa yang digelar pada level provinsi beberapa waktu lalu," terang Sopian.

Ia mengatakan, selain cabang musik tradisi, ada empat cabang lain yang diperlombakan, cabang tari (diwakili oleh SMPN 1 Idi, Aceh Timur), cabang desain poster (SMPN Sabang), cabang gitar duet (SMP PT Arun), dan cabang vokal duet (SMPN Sigli). 

"Kita akan tampil besok, Selasa, (17/9/2019). Hari ini kita dijadwalkan melakukan orientasi (pengenalan) panggung," ujar Sopian yang mengaku baru saja mengikuti technical meeting bersama panitia.

Pada cabang musik tradisional ini, sambung dia, SMPN 3 Kota Langsa memboyong 5 pemain, Alfazil Siregar, M. Zaky Aulia Fadhar, Diki Prayuda, Irjie Radjasa, dan Afriza Trian Darum.

"Untuk memaksimalkan kemampuan anak-anak kita, mereka dilatih oleh Reva Marzuin dan telah menjalani latihan intensif sebelum berangkat kemari," ujarnya.

Pria yang juga dikenal sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Langsa ini mengatakan lewat ajang ini diharapkan anak-anak dan remaja Aceh dapat lebih menggali talenta yang dimiliki dan tidak mudah lupa terhadap warisan dan nilai sejarah yang ditinggalkan para pendahulunya. 

"Umumnya kita menggunakan rapa'i, serunai kalee, dan suling. Walaupun sudah ada musik modern, kita berharap anak-anak Aceh tidak lupa dan tidak meninggalkan alat-alat musik tradisional dimana itu merupakan warisan 'endatu' (para pendahulu-red)," tutup Kepala Sekolah SMPN 3 Kota Langsa, Sopian Hamid, S.Pd, M.Pd



Editor :
Im Dalisah

Komentar Anda