Jum`at, 18 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Lansia di Banda Aceh Dapat Layanan Prioritas Urus KTP-el, Ada Program Jemput Bola

Lansia di Banda Aceh Dapat Layanan Prioritas Urus KTP-el, Ada Program Jemput Bola

Kamis, 17 September 2026 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Seorang lansia bernama Asma, 70 tahun yang mengurus KTP elektronik di Mall Pelayanan Publik (MPP) Banda Aceh, Rabu (16/9/2026). [Foto: Disdukcapil BNA]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko mengatakan kelompok lanjut usia (lansia) dan warga berkebutuhan khusus mendapat perhatian khusus dalam pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Kota Banda Aceh.

Heru mengatakan lansia mendapat antrean atau loket khusus sehingga tidak perlu menunggu lama bersama masyarakat umum. 

“Kita sudah buat standar kepada petugas untuk membantu mengarahkan dan memproses berkas secara langsung dengan sikap ramah dan empati,” kata Heru.

Kata Heru, kebijakan tersebut tidak hanya berlaku bagi lansia yang masih mampu datang ke kantor pelayanan. Disdukcapil juga menyiapkan layanan jemput bola bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik atau mobilitas.

“Bagi lansia yang tidak memungkinkan datang langsung ke kantor, petugas dapat melakukan kunjungan ke rumah melalui layanan Jemput Bola, yakni program Rekam Sehat Tercatat Lanjut Usia dan Berkebutuhan Khusus (RESTART PRO LANSIA BERKHAS),” kata Heru.

Heru menjelaskan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Disdukcapil mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada warga yang membutuhkan, bukan semata menunggu warga datang ke kantor sesuai tagline ‘Ketika masyarakat tidak dapat datang kepada kami, kami-lah yang akan datang’.

“Warga dapat menghubungi kantor Disdukcapil jika membutuhkan layanan jemput bola dan kita akan segera tindaklanjuti,” ujar Heru.

Pelayanan ini diterima oleh salah seorang lansia bernama Asma, 70 tahun yang mengurus KTP elektronik di Mall Pelayanan Publik (MPP) Banda Aceh, Rabu (16/9/2026).

Tak seperti masyarakat umum yang harus menunggu giliran antrean, Asma langsung mendapatkan pelayanan prioritas. Petugas mengarahkan dan membantu proses pengurusan KTP-el hingga seluruh tahapan selesai. Tak ada waktu panjang yang harus dihabiskan Asma di ruang tunggu.

Pelayanan itu bahkan berlanjut hingga saat Asma hendak pulang. Petugas turut mengantarnya setelah urusan administrasi kependudukannya selesai. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI