Beranda / Berita / Aceh / Kunker ke Agara dan Gayo Lues, Sekda Evaluasi Dana Desa dan Vaksinasi

Kunker ke Agara dan Gayo Lues, Sekda Evaluasi Dana Desa dan Vaksinasi

Kamis, 04 November 2021 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M. Kes didampingi Anggota DPRA Ali Basrah, Sekdakab Aceh Tenggara, MHD. Ridwan SE. M.Si, Plt Kadis DPMG Aceh, Zulkifli, Kadinkes Aceh, dr.Hanif dan Unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Tenggara, memberikan Arahan Terkait Percepatan Vaksinasi Sekaligus Evaluasi Dana Desa di Hadapan Para Camat serta Para Keuchik se-Kabupaten Aceh Tenggara, di Aula Sekdakab Aceh Tenggara, Kamis (4/11/2021). [Foto: Humas Aceh]



DIALEKSIS.COM | Kutacane - Kunjungan kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dr. Taqwallah M.Kes, terkait Evaluasi Dana Desa dan Percepatan Vaksinasi kepada para keuchik se-Aceh masih terus berlanjut.

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif dan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh Zulkifli, hari ini, Sekda memotivasi para keuchik di Aceh Tenggara dan Gayo Lues, Kamis (4/11/2021).

Sama seperti di kabupaten/kota sebelumnya, Tanpa bosan Taqwallah terus mengingatkan para keuchiek di dua kabupaten tersebut untuk terus mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan dan bekerja lebih keras agar capaian vaksinasi bisa tercapai sesuai target.

“Terapkan pada diri sendiri dan lingkungan keluarga serta terus sosialisasikan penerapan protokol kesehatan dan ajak masyarakat untuk ikut vaksinasi, agar kekebalan kelompok terbentuk. Pandemi segera berlalu dan kita bisa beraktivitas seperti sediakala” ujar Sekda.

Terkait Dana Desa, Sekda kembali mengimbau seluruh keuchik di Aceh Tenggara dan Gayo Lues untuk mempercepat pencairan Dana Desa tahap 1 tahun 2022. Sekda meyakini, dengan tekad dan keseriusan para aparatur gampong, Dana Desa dapat cair ke kas gampong sebelum 10 Januari 2022.

“Setidaknya, bisa lebih cepat dari tahun sebelumnya. Tahun 2021, Dana Desa sukses dicairkan pada bulan Maret, maka tahun 2022 Dana Desa harus bisa cair di bulan Februari. Siap?” ujar Taqwallah bertanya.

“Siaaap,” jawab para Keuchiek serentak.

Dalam pemaparannya, Sekda juga mengungkapkan, bahwa secara nasional pada tahun 2020 dan 2021, pencairan Dana Desa di Aceh menjadi salah satu daerah yang tercepat. Berkaca dari kesuksesan tersebut Sekda optimis, pada tahun 2022 Dana Desa di Aceh bisa cair lebih tercepat.

“Mari, bekerja lebih giat agar pencairan serta serapan Dana Desa bisa sukses seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, vaksinasi juga harus sukses karena kita semua tentu sudah sangat bosan beraktivitas dengan master. Jika kita semua ingin kembali beraktivitas seperti dulu, maka mari secara bersama-sama kita ajak masyarakat untuk ikut vaksinasi,” imbau Sekda.

Selain memotivasi para keuchik terkait pencairan Dana Desa dan capaian vaksinasi, Sekda juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada sekolah dan wali kelas yang capaian vaksinasinya sudah di atas 95 persen.

Sejumlah sekolah yang mendapatkan sertifikat adalah SMA Negeri 1 Kutacane serta 19 wali kelas, SMAS Pelita Nusantara serta 7 wali kelas, SMA Negeri Babul Rahmah serta 6 wali kelas, SMKN 2 Kutacane serta 16 wali kelas.

Selanjutnya, SMAN 1 Leuser serta 3 wali kelas, SMKN 4 Kutacane serta 7 wali kelas, SMAN Lawe Sumur serta 5 wali kelas, SMAN 1 Darul Hasanah serta 5 wali kelas, SMK Swasta Kesehatan Nurul Hasanah serta 3 wali kelas, SMAN 2 Lawe Bulan serta 5 wali kelas dan SMAN Semadam serta 2 wali kelas.

Menyambut target Sekda Aceh terkait pencairan Dana Desa, Sekda Kabupaten Aceh Tenggara Muhammad Ridwan, mengaku optimis dapat mencairkan Dana Desa sesuai target.

“Insya Allah Pak Sekda, kami bertekad bekerja sebaik mungkin agar target pencairan Dana Desa sesuai target, yaitu tanggal 10 Februari, bahkan bisa lebih cepat,” ujar Ridwan optimis.

Terkait capaian vaksinasi gampong, Ridwan mengimbau para keuchiek untuk melakukan cek dan ricek, agar data yang ada sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh Zulkifli, dalam paparannya menjelaskan, percepatan pencairan adalah hal yang sangat penting namun kualitas juga jauh lebih penting.

“Jangan sampai dana desa cepat dicairkan, namun uangnya justru lari ke luar daerah. Oleh karena itu, manfaatkan semua potensi di gampong atau kute. Bangun Badan Usaha Milik Gampong atau Kute agar menghasilkan pendapatan untuk gampong,” ujar Zulkifli.

Selain itu, sambung Zulkifli, potensi gampong terkait ketersediaan kebutuhan bahan pokok harian, sandang harus dibina. Agar Dana Desa yang telah cair akan berputar di gampong. Jika ini terjadi, maka akan terbentuknya desa mandiri,” kata Zulkifli.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga mengapresiasi kesuksesan serapan anggaran Dana Desa di Aceh Tenggara, yang telah mencapai 98 persen atau yang tertinggi di Aceh.

“Apresiasi kami atas capaian ini. Namun jangan lengah, karena masih ada sisa anggaran yang harus dicairkan. Mari satukan tekad, terus bekerja lebih giat agar Dana Desa terserap maksimal. Dan, tentu saja sesuai arahan Pak Sekda tadi, yaitu berimbas positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat gampong,” pungkas Zulkifli.

Kegiatan di Aceh Tenggara juga dihadiri oleh anggota DPRA Ali Basrah, Kapolres Aceh Tenggara serta sejumlah perwakilan Forkopimda Aceh Tenggara lainnya, para Camat dan Kepala Puskesmas serta sejumlah pejabat lainnya. [arf/ha]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda