Senin, 12 Oktober 2026
Beranda / Berita / Aceh / Ketua KNA: Didong Jalu Merawat Budaya, Merekatkan Persaudaraan Gayo

Ketua KNA: Didong Jalu Merawat Budaya, Merekatkan Persaudaraan Gayo

Minggu, 11 Oktober 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pergelaran Didong Jalu semalam Suntuk di Aula Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh, Sabtu malam (10/10/2026). Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pergelaran Didong Jalu bukan sekadar hiburan bagi masyarakat Gayo. Di perantauan, kesenian ini menjadi ruang untuk merawat identitas, mempertemukan lintas generasi, dan memperkuat ikatan persaudaraan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Keluarga Negeri Antara (KNA), Sofyan Griantara, dalam sambutannya pada pergelaran Didong Jalu Semalam Suntuk di Aula Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh, Sabtu malam (10/10/2026).

Kegiatan yang mempertemukan Klop Didong Kebinet dari Aceh Tengah dengan Klop Didong Sriwijaya dari Bener Meriah itu diselenggarakan KNA bersama Ikatan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Aceh Tengah (IPPEMATA) serta Himpunan Pemuda Mahasiswa Bener Meriah (HPBM).

Sofyan menekankan pentingnya menjaga kebersamaan masyarakat Gayo di Banda Aceh dan Aceh Besar. Pelestarian budaya, menurutnya, menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan sesama warga yang tinggal jauh dari kampung halaman.

Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi kepada para seniman Didong yang terus menjaga keberlangsungan seni tutur Gayo. Kehadiran Klop Kebinet dan Klop Sriwijaya memperlihatkan bahwa kesenian tradisional tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat, termasuk di perantauan.

Panggung Didong Jalu menghadirkan lebih dari kepiawaian para ceh merangkai syair dan mengolah ritme tepukan tangan. Melalui bahasa seni, tradisi ini juga membuka ruang pertukaran gagasan, penyampaian pesan sosial, dan silaturahmi antarmasyarakat.

Pertemuan dua klop dari dataran tinggi Gayo tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk kembali berkumpul sekaligus mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Keterlibatan IPPEMATA dan HPBM dalam penyelenggaraan acara turut memberi ruang bagi pemuda dan mahasiswa untuk mengambil bagian dalam pelestarian kesenian daerah.

Sofyan juga menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada unsur pemerintah, tokoh masyarakat, undangan, panitia, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Dukungan bersama menjadi bagian penting agar ruang perjumpaan melalui kesenian terus terjaga.

Pergelaran ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempertahankan eksistensi Didong di tengah perkembangan zaman. Bagi masyarakat Gayo di perantauan, menjaga Didong sekaligus berarti merawat bahasa, tradisi, dan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Bener Meriah Armia, Plt. Sekda Aceh Tengah Alam Suhada, anggota DPRA Sutarmi, serta tokoh masyarakat Gayo di Banda Aceh.[]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI