Beranda / Berita / Aceh / Ketua DMI Banda Aceh: Pengelolaan Sedekah Umat Harus Berdampak Pada Syiar Islam

Ketua DMI Banda Aceh: Pengelolaan Sedekah Umat Harus Berdampak Pada Syiar Islam

Jum`at, 20 Mei 2022 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Akhyar

Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Banda Aceh, Ustadz H Fauzan Zakaria, M.Si. [Foto: For Dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Banda Aceh Ustadz H Fauzan Zakaria MSi menyatakan, pada dasarnya kehidupan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat bukanlah domain utama masjid, karena kerja untuk memakmurkan rakyat adalah tanggung jawab pemerintah.

Sementara itu, jelas Ustad Fauzan, domain masjid fokus pada pemberdayaan jamaah dan juga masyarakat sekeliling. Dalam artian, kerja-kerja mensejahterakan masyarakat umumnya dikerjakan oleh pemerintah setempat, sedangkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat merupakan bagian tambahan dari masjid.

“Termasuk dari pembenahan, pemanfaatan dana infak, zakat dan wakaf. Pemanfaatan itu adalah dilakukan untuk pemberdayaan ekonomi jamaah. Jadi, bukan fungsi utama masjid untuk menjamin kesejahteraan kehidupan masyarakat. kan ada fungsi masing-masing,” ujar Ustadz Fauzan kepada reporter Dialeksis.com, Banda Aceh, Jumat (20/5/2022).

Meski demikian, Ustadz Fauzan mengaku sepakat jika lembaga masjid ikut membantu masyarakat sekitar, namun dengan kemampuan masjid masing-masing. Harus dilihat dulu skala prioritas dari program masjid.

Ustadz Fauzan juga mengimbau warga untuk jangan alergi dengan pembangunan masjid. Karena dengan indahnya masjid bukan hanya fisiknya saja yang terlihat megah tetapi kemegahan Islam juga terlihat di sana karena syiar agama Islam adanya di masjid.

Adapun tugas kemakmuran dan kesejahteraan jamaah, kata Ustadz Fauzan, merupakan tugas tambahan masjid dalam rangka pemberdayaan warga dari sumber zakat, infak, dan wakaf.

“Jadi, jangan kita balik, nanti duluan kita entaskan kemiskinan sedangkan masjid kumuh, nggak bisa itu. masjid harus kita benahi dulu. Hari ini wc masjid saja belum sanggup kita cium baunya. Jadi, kita harus desak pemerintah untuk membangun rumah-rumah warga. Karena pemerintah yang mengelola uang rakyat. Sementara masjid mengelola sedekah umat, dan dia harus berdampak kepada syiar Islam,” ungkap Ustadz Fauzan.

Selaku Ketua DMI Kota Banda Aceh, Ustadz Fauzan mengabarkan kalau lembaga DMI telah menjalankan beberapa program untuk kemaslahatan jamaah mencintai masjid.

“Misalnya seperti mendorong pembangunan masjid yang elok dan cantik agar masyarakat ketika datang ke masjid bisa nyaman beribadah kepada Allah Swt,” tuturnya.

Selain dorongan tadi, ada juga program ATM beras yang sudah ada di beberapa masjid yang ada di Banda Aceh. Tujuannya untuk mengentaskan kelaparan terhadap jamaah yang membutuhkan.

Lalu, ada juga penyediaan QRIS yang bekerja sama dengan perbankan agar masyarakat lebih mudah bersedekah. Kemudian program pemasangan ATM di masjid agar jamaah dapat akses dan kemudahan untuk bertransaksi.

Begitu juga dengan pemeriksaan kesehatan gratis kepada lansia. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan dan kebahagiaan kepada orang tua yang datang ke masjid. Sehingga perhatian-perhatian kecil yang bisa dilakukan pihak masjid bisa berdampak kebahagiaan kepada jamaah masjid.

Belum lagi, dalam waktu dekat DMI Kota Banda Aceh berencana akan mengembangkan platform masjid digital. Sehingga dengan digitalisasi masjid tersebut, masyarakat bisa mengakses berbagai informasi masjid misal siapa yang akan mengisi imam salat jumat, khatib jumat, melihat laporan keuangan masjid dan sebagainya, termasuk mendengar ceramah secara langsung.

“Semua fasilitas yang kita bangun di masjid tujuannya untuk memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan kepada jamaah masjid,” pungkas Ustadz Fuazan Zakaria yang juga Ketua Dewan Imam Masjid Oman Al Makmur Kota Banda Aceh. [AKH]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda