Beranda / Berita / Aceh / Kemenag Aceh dan UIN Ar-Raniry Lanjutkan MoU PPG PAI

Kemenag Aceh dan UIN Ar-Raniry Lanjutkan MoU PPG PAI

Rabu, 20 September 2023 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry lanjutkan kerja sama dalam peningkatan pendidikan profesi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Rabu (20/9/2023). [Foto: Humas Kemenag Aceh]


DIALEKSIS.COM | Aceh - Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry lanjutkan kerja sama dalam peningkatan pendidikan profesi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Rabu (20/9/2023).

Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Guru PAI Batch 2 yang disaksikan Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Drs H Azhari dan jajaran serta Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr H Mujiburrahman MAg dan jajaran ini, berlangsung di Ruang Rapat Rektor UIN Ar-Raniry Darussalam. 

Penandatanganan masing-masing nota kerja sama untuk Guru PAI di sekolah ini dilakukan empat Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) dan empat Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) atau yang mewakili. 

"Kami sampaikan terima kasih pada Kakankemenag dan Kadisdik Kabupaten Aceh Selatan, Kakankemenag dan Kadisdik Kabupaten Bireuen, Kakankemenag dan Kadisdik Kabupaten Aceh Barat, dan Kakankemenag dan Kadisdik Kabupaten Aceh Jaya atau yang mewakili yang ikut dalam agenda ini," ujar Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Prof H Safrul Muluk SAg MA MEd PhD, membuka acara didampingi Kakanwil, Rektor, Kabid PAI Kanwil H Khairul Azhari SAg MSi, para dekan dan kajur/sekretaris di FTK. 

Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh dalam sambutan sampaikan bahwa PPG masuk satu ikhtiar pemerintah dalam menciptakan guru yang berkualitas. Maka partisipasi banyak pihak sangat dinantikan dan dapat meningkatkan akses dan profesionalitas guru ke depan, juga dari kabupate/kota di Aceh yang belum maksimal dalam program pendidikan bagi Guru PAI ini. 

"Ini program mandatori Kemenag, UIN Ar-Raniry salah satu universitas yang punya legalitas LPTK dalam jalankan program ini," ungkap Azhari dalam acara setelah acara di kanwil bersama Syeikh Zayed dari UEA. 

Kerja sama dengan UIN ini, lanjutnya, akan mudahkan tahapan penganggaran akan hak-hak Guru PAI, sebab pembiayaan beesumber dari APBD/APBK.

Kakanawil sampaikan terima kasih pada pemerintah kabupaten Aceh Selatan, Bireuen, Aceh Barat, Aceh Jaya yang mendukung dan membantu para guru PAI terkait program profesi ini. 

Sebagai upaya peningkatan, Kanwil Kemenag mencatat Guru PAI di Aceh ada sebanyak 11.126 guru. "Yang telah bersertifikasi sebanyak 4.451 guru," rinci Azhari. 

"PPG yang dibiayai oleh APBD/APBK Kabupaten/Kota pada 2021 hingga 2023 sebayak 1.237 peserta," lanjutnya. 

"Tersisa kini ada 1.796 Guru PAI yang belum mengikuti PPG. Sedangkan kini, ada 99 Guru PAI yang sedang ikuti PPG," imbuhnya.

Harapan Kakanwil, semoga guru agama diharapkan bisa mengenyam pendidikan keprofesian ini, dan para guru bersemangat untuk berpartisipasi dalam program berikutnya. 

Lebih lanjut Kakanwil sampaikan, Kemenag miliki tugas dalam memberi pemahaman bagi peserta didik yang ada sekolah umum. 

"Kita dorong guru mengambil kesempatan baik ini," ajaknya.

Sementara Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman sampaikan bahwa MoU ini merupakan penandatanganan kedua setelah yang pertama telah sukses diselenggarakan. 

"Ini penting untuk para guru agar mereka tersertifikasi nantinya," ungkap Prof Mujiburrahman yang pernah antara lain menjadi Kepala Lembaga Penelitian dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN. 

Dalam hal ini, ujar Rektor, terima kasih kami sampaikan pada Kakanwil dan Kakankemenag dari kabupaten/kota yang dalam hal ini miliki perhatian besar terhadap PAI dan gurunya. 

Menurut Rektor ada persoalan memang dengan otonomi di daerah-daerah jika tidak ada kerja sama dalam kepedulan bagi peserta dan tenaga didik ini. Padahal Guru PAI tanggung jawab bersama, Pemkab dan Kan Kemenag. Hal yang sama juga semoga ada solusi bagi Pengawas PAI di sekolah. 

Dalam rakor dan teken MoU ini, Rektor kaitkan problematika dan kondisi Aceh dikaitkan dengan Agama dan pendidikan. 

"Obat untuk persoalan di Aceh hari ini ada dua, pembenahan kualitas keberagamaan dan kualitas pendidikan," pungkas Mujiburrahman yang sejak Selasa hingga Kamis (19-21 September 2023) sedang wisudakan para sarjananya di Auditorium Prof Aly Hasymy UIN. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda