Beranda / Berita / Aceh / Kembali Pimpin Aceh Besar, Muhammad Iswanto Diminta Fokus Kembangkan Sektor Pertanian dan Peternakan

Kembali Pimpin Aceh Besar, Muhammad Iswanto Diminta Fokus Kembangkan Sektor Pertanian dan Peternakan

Minggu, 16 Juli 2023 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Nora

Muhammad Iswanto. [Foto: Humas Aceh Besar]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Muhammad Iswanto, menerima SK Perpanjangan Masa Jabatan sebagai Penjabat Bupati Aceh Besar, dari Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, atas nama Menteri Dalam Negeri RI, di Anjong Mon Mata Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Jum'at (14/7/2023) sore. 

Perpanjangan masa jabatan Muhammad Iswanto sebagai Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar dinilai tepat karena kepemimpinan setahun sebelumnya telah menunjukkan kinerja yang memuaskan dan layak untuk diperpanjang. 

Menanggapi hal itu, masyarakat Aceh Besar sekaligus pengamat ekonomi, Rustam Effendi meminta Iswanto bekerja dengan sepenuh hati karena warga Aceh Besar menaruh harapan besar kepadanya. 

“Meski dalam kurun waktu yang singkat, Iswanto harus melanjutkan kebijakan yang sudah dilakukan selama ini terutama untuk pertumbuhan ekonomi,” ujarnya kepada Dialeksis.com, Minggu (15/7/2023). 

Selanjutnya, kata Rustam, Pj Bupati Aceh Besar itu harus menyiapkan fondasi dasar untuk penataan lokasi objektif wisata, tata ruang pasar agar tidak semrawut, memberdayakan UMKM lewat akses modal usaha dan advokasi, serta membudayakan hidup bersih di tengah masyarakat.

“Selain itu, adakan rembuk gampong, ajak seluruh Keuchik untuk kelola dana desa semaksimal mungkin, dengan fokus pada penurunan angka kemiskinan,” jelasnya. 

Minimal, kata Rustam, Iswanto harus memberi target kepada setiap gampong untuk bisa membebaskan 3-4 Kartu Keluarga (KK) miskin pada tahun ini dan 2024 mendatang. 

Di samping itu, Rustam juga meminta, agar PJ Bupati Aceh Besar memberi perhatian pada sektor pertanian termasuk pengembangan sektor peternakan yang merupakan andalan utama masyarakat Aceh Besar. 

Jika memungkinkan, kata Rustam, semua desa harus memanfaatkan dana desa dengan mendorong Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai pengelola usaha ternak ini. Selanjutnya dilakukan secara kelompok, baik masing-masing gampong atau dihimpun dalam kemukiman.

“Jika usaha kelompok ternak melalui Bumdes ini berjalan, maka Aceh Besar akan berkembang sebagai kawasan sentra produksi ternak,” tuturnya. 

Sebaiknya, lanjutnya, Iswanto mengarahkan agar dana desa lebih difokuskan kepada sektor produktif.

“Aceh makin kekurangan populasi ternak lokal. Sekarang sudah kurang yang menaruh perhatian,” tutupnya. [nor]

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda