Beranda / Berita / Aceh / Kawal Perbatasan dan Jaring Orang Masuk, Dishub Aceh Tambah Personil di Posko Perbatasan Aceh Tamiang

Kawal Perbatasan dan Jaring Orang Masuk, Dishub Aceh Tambah Personil di Posko Perbatasan Aceh Tamiang

Rabu, 22 April 2020 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Hendra Vramenia

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi saat meninjau posko perbatasan di terminal B Kualasimpang. [Foto: IST]


DIALEKSIS.COM | Aceh Tamiang - Untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di pintu perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh mengirimkan sejumlah personil untuk menjaring orang masuk ke Aceh.

Personil Dinas Perhubungan Aceh nantinya bergabung dengan personil Dinas Perhubungan Aceh Tamiang di terminal Kualasimpang yang sudah sebulan ini mengecek orang masuk ke Aceh. Lima petugas tambahan dari Dinas Perhubungan Aceh ini akan bekerja secara kontinyu per lima hari sebagai antisipasi melonjaknya arus masuk menjelang puasa hingga lebaran.

Kadis Perhubungan Aceh, Junaidi ketika meninjau Posko Bersama Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Terminal Kualasimpang menjelaskan setiap lima hari sekali, petugas BKO itu akan diganti dari Banda Aceh. “Kita sadari posko ini pintu gerbang utama ke Aceh. Harus ada perhatian khusus dan kita berharap penambahan lima petugas ini bisa membantu pengawasan,” kata Junaidi.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil mengucapkan terima kasih kepada Plt Gubenur Aceh, Nova Iriansyah karena telah mengirimkan personil Dinas Perhubungan Aceh untuk memperkuat dan mendukung personil perhubungan Aceh Tamiang yang selama ini sudah menjaring orang masuk ke Aceh.

“Pemeriksaan ini merupkan deteksi dini apakah ada penumpang yang terpapar virus corona atau tidak dan Posko pemeriksaan orang masuk dan keluar Aceh tetap di terminal Kota Kualasimpang,” ujarnya.

Strateginya papar Bupati, setiap mobil yang melintas di jalan Medan-Banda Aceh di giring masuk ke terminal, kemudian setiap penumpang dilakukan tes diantaranya pemeriksaan suhu tubuh apakah terindikasi terpapar virus covid-19 atau tidak. Disamping itu Perhubungan Aceh dan Dinas Kesehatan juga menambah alat untuk memperketat penjaringan ini.

“Mereka menggunakan aplikasi untuk memantau penumpang mobil pribadi dan bus terpapar virus atau tidak serta penambahan APD jika sewaktu waktu diperlukan petugas dilapangan, sudah siap digunakan,” ungkapnya.

Sedangkan bagi penumpang yang turun di simpang Seumadam menuju pulau tiga atau sekitarnya maka akan di jaring tim relawan covid-19 yang ada di desa-desa. “Setiap warga yang berasal dari luar Aceh, wajib melapor pada Datok Penghulu dan memeriksa diri ke Pukesmas serta mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari untuk menjaga-jaga agar warga tamiang terhindari dari virus corona. (MHV)

Keyword:


Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda