Beranda / Berita / Aceh / Investor Asing Lirik Sektor Migas dan Pariwisata di Sabang

Investor Asing Lirik Sektor Migas dan Pariwisata di Sabang

Kamis, 16 Agustus 2018 14:32 WIB

Font: Ukuran: - +


Dialeksis.com - Saeed Almansouri dari Golden Compass General Trading Abu Dabi Uni emirat Arab bersama mitra M. Ali Assegaf melakukan kunjungan ke sabang (Kamis, 9/8-2018), mereka menilai bidang Minyak dan Gas serta Pariwisata akan menjadi peluang Inveatasi.

Saeed Almansouri sudah beberapa kali mengunjungi Aceh dan di Sabang rombanganya mengunjungi Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) untuk menjejaki peluang investasi yang mingkin bisa dikembangkan di Sabang.

Dalam kesempatan tersebut mewakili Kepala BPKS Said Fadhil, Deputi Bidang Komersial dan Investasi Agus Salim didamping Fauzi Umar Deputi Bidang Teknologi Pembangunan dan Tata Ruang mempresentasikan potensial yang ada di kawasan Sabang dan selanjutnya dilakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi untuk dijejaki peluang-peluang investasi.

" kawasan Sabang mempunya empat sector prioritas yakni Pariwisata, pelabuhan, indutri dan perdagangan, serta  perikanan. Dan kita sudah menunjukan pada mereka potensi investasi baik di pariwisata, pelabuhan, bangker servis, perdagangan. Bahkan mereka juga melihat kapal-kapal lalu lalang di selat malaka yang bisa dipandang dengan mata telanjang ," ujar Agus salim.

Ia menambahkan, Selama ini lebih dari 200 kapal peti kemas melewati selat malaka, kapal ini biasanya isi BBM di Singapore, dan BPKS menawarkan  Pelabuhan Sabang sebagai tempat Depot untuk isi BBM, karena di pelabuhan Singapore kapalnya sudah berlebih, disini bisa ambil keuntungan 2-3 % dari pangsa pasar Singapore sehingga ini menjadi suatu insentif bagi kapal untuk isi BBM dan tidak perlu antri kalau ke Sabang.

" Selain Pelabuhan Bebas Sabang pihak Abu Dabi ini bisa bwrbinis di bidang BBM dan membeli langsung minyak di Timur Tengah untuk bawa ke Sabang di perdagangkan di Sabang sebagai kawasan FTZ dan tidak dikenakan pajak sehingga memudahkan salah satu keuntungan bagi mereka dan bisa menjual dengan harga murah kepada kapal-kapal yang singgah atau melewati selat malaka. Potensi pelabuhan Sabang juga bagus untuk peti kemas, mereka juga melihat pelabuhan sebagai suatu alternatif bila terjadi bangker servis," tambahnya.

Menurut Agus salim mereka juga tertarik untuk bidang bidang pariwisata dan sudah perlihatkan lokasi tanah sebelah kiri dan kanan pelabuhan CT-3 BPKS itu juga sangat potensial atau sangat menarik bila mana kita bisa membangun hotel bintang tiga atau bintang empat, selama ini Sabang belum memiliki hotel berbintang sehingga pada saat ada event-event internasional kita kekurangan dari segi akomodasi, oleh karena itu bila ada cukup bagus kita bisa membuat event besar yang bisa kita adakan di Sabang dan itu sebagai potensi yang luar biasa.

Terkait aturan dan landasan Hukum saat ini pihak BPKS telah menerima pelimpahan wewenang dari pemerintah yang salah satunya adalah untuk menerbitkan PMA yaitu Perka BKPM no 10 dan Perka BKPM No 11 tahun 2013

" KIta sudah bisa menerbitkan langsung, yang selama ini PMA hanya bisa dikeluarkan di kantor pusat BKPM, tapi dengan ada pelimpahan kewenangan ini untuk pelaku bisnis yang ada di kawasan Sabang bisa langsung diterbitkan di kantor PTSP BPKS. Sejauh ini sudah dikeluarkan 11 PMA yang bergerak khusus dbidang pariwisata yaitu membangun resort, bungalow, bangun restaurant yang ada di Iboh dan Gapang," tambah Agus Salim.

Selain itu, BPKS juga bisa menerbitkan izin VOA, karena pelabuhan bebas Sabang sudah terdaftar dalam IMO Number di organisasi maritime dunia, yangbtelah menerapkan  aspects Escort hingga memberikan jaminan dalam pengamanan bagi kapal-kapal dunia untuk singgah di Pelabuhan bebas sabang, terang Agus.

Keyword:


Editor :
Sammy

riset-JSI
Komentar Anda