Beranda / Berita / Aceh / Investasi UEA di Singkil Terancam Batal, Nasrul Zaman Sayangkan Rencana Perubahan Lokasi ke Sabang

Investasi UEA di Singkil Terancam Batal, Nasrul Zaman Sayangkan Rencana Perubahan Lokasi ke Sabang

Sabtu, 30 Januari 2021 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Akhyar

Pengamat kebijakan Publik, Dr Nasrul Zaman. [IST]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Rencana investasi pariwisata oleh pihak Uni Emiret Arab (UEA) di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil yang sempat viral dan mengundang harapan baru bagi kemajuan pariwisata Aceh terutama di Pesisir Barat Selatan terancam batal.

Hal ini terindikasi dari isi surat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia kepada Pemerintah Aceh perihal tentang penjajakan kerja sama. 

Dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Timur Tengah, Bagus Hendraning Kobarsyih disebutkan muncul “opsi lain” yaitu pulau Sabang yang sebelumnya tidak pernah masuk dalam skema investasi pariwisata UEA di Aceh.

Pengamat Kebijakan Publik, Dr Nasrul Zaman menyebutkan indikasi perubahan lokasi pariwisata karena infrastruktur di pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil masih belum berkembang.

Ia mengatakan realisasi perkembangan infrastruktur di wilayah tersebut membutuhkan waktu 5-10 tahun, sementara Murban Energy representasi dari UEA sebagai calon investor merencanakan investasi dengan durasi waktu yang singkat, yakni 1-4 tahun.

Nasrul menyayangkan perubahan lokasi investasi oleh pihak Murban Energy. Ia juga mempertanyakan alasan kurangnya infrastruktur di Aceh Singkil. Karena menurut dia, infrastruktur di sana sudah memadai.

"Perubahan rencana lokasi investasi oleh pihak Murban Energy ini sungguh sangat disayangkan karena jika alasannya karena persoalan infrastruktur, harusnya dijelaskan infrastruktur apa yg kurang. Di singkil sudah ada bandara, jalannya juga bagus, sekarang malah sudah ada kapal Aceh Hebat yg baru dibeli Pemerintah Aceh," jelas Nasrul kepada Dialeksis.com, Jum'at (29/1/2021).

Nasrul juga mempertanyakan indikator pembatalan infrastruktur investasinya. Karena, lanjut dia, investasi yang direncanakan di dalamnya termasuk juga pengembangan infrastruktur.

Nasrul menambahkan, pulau Banyak oleh Pemerintah Pusat telah dimasukkan ke dalam skema konektifitas penyangga destinasi dengan danau Toba dan Brastagi di Sumatera Utara.

Ia menilai Pemerintah Aceh tak berniat membangun daerah Aceh Barat Selatan terutama di Singkil.

"Tampak sekali Pemerintah Aceh tidak punya niat baik untuk membangun daerah Aceh Barat Selatan dan Singkil khususnya. Padahal potensi wisata baharinya luar biasa, kelas dunia tidak kalah sekalipun dari Maldive yang dikenal sebagai destinasi wisata terbaik di dunia," pungkas dia.

Keyword:


Editor :
Fira

riset-JSI
Komentar Anda