Beranda / Berita / Aceh / Inovasi Penanganan Covid-19 USK, Hand Sanitizer Hingga Prototipe Robot Pembawa Obat

Inovasi Penanganan Covid-19 USK, Hand Sanitizer Hingga Prototipe Robot Pembawa Obat

Sabtu, 27 Februari 2021 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Roni

Prototipe robot pembawa obat Universitas Syiah Kuala. [Dok. USK]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Setelah berhasil mengembangkan produk unggulan nilam melalui inovasi seperti hand sanitizer, Alkina dan beberapa produk turunan lainnya untuk percepatan penanganan Covid-19, Universitas Syiah Kuala (USK) juga mengembangkan prototipe robot pembawa obat.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Taufik Fuadi Abidin mengatakan, robot pembawa obat merupakan salah satu prototipe yang didorong untuk menjadi inovasi yang bermanfaat untuk dunia medis.

Robot pembawa obat ini dikembangkan oleh Ir. Udink Aulia M.Eng, salah seorang dosen dari Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik USK. Robot pembawa obat ini nantinya diharapkan dapat digunakan untuk memberikan pelayanan kepada pasien dan membantu tenaga medis menggunakan teknologi kecerdasan artifisial.

"Saat ini masih prototipe, masih dalam tahap pengembangan dan butuh pengembangan lebih lanjut untuk menjadi sebuah produk inovasi yang siap pakai dan dikomersialkan," kata Prof Taufik saat dihubungi Dialeksis.com, Sabtu (27/2/2021).

Pihaknya mendorong para dosen dan peneliti di USK untuk terus mendorong invensi dalam bentuk prototipe mencapai pasar dan dikomersialisasikan melalui dana hibah hilirisasi inovasi yang bersumber dari dana USK.

"Hibah ini kita perkenalkan agar para peneliti yang sudah punya prototipe seperti pak Udink itu, bisa melanjutkan produk prototipenya dari technology readiness level (TRL) 3-4 (prototipe) menuju TRL 9 (inovasi siap pakai). Termasuk proses-proses pengujian dan pengusulan hak paten, dapat dibantu melalui hibah ini," jelas Prof Taufik.

Inovasi produk nilam terus dikembangkan

Ketua LPPM USK juga menyampaikan, hingga saat ini USK terus mendoroong pengembangan nilam menjadi produk inovasi unggulan melalui Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh yang diketuai oleh Dr Syaifullah Muhammad. Selain konteks kearifan lokal, nilam di Aceh juga termasuk memiliki kualitas terbaik di dunia.

"Kalau dulu di awal pandemi, hand sanitizer sangat terbatas dan mahal, maka USK melalui ARC membagikan hand sanitizer berbahan campuran nilam secara gratis kepada pihak yang rentan terhadap penularan Covid-19. Sekarang terus kita kembangkan dan diproduksi dalam jumlah banyak untuk dikomersialkan melalui beberapa swalayan di Aceh," ujar Prof Taufik.

"Setiap kampus punya inovasi sendiri dalam mengembangkan produk untuk percepatan penanganan Covid-19. Kampus USK melalui ARC terus mengembangkan nilam sebagai inovasi unggulan dan erat kaitannya dengan konteks lokal, berharap pandemi segera selesai dan USK berkontribusi melalui inovasi-inovasi yang dihasilkan," pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda