Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Aceh / Hari ini di Aceh, Pengikut Abu Peuleukung Shalat 1 Syawal

Hari ini di Aceh, Pengikut Abu Peuleukung Shalat 1 Syawal

Senin, 03 Juni 2019 12:45 WIB

Font: Ukuran: - +
Ilustrasi Salat Id.

DIALEKSIS.COM | Nagan Raya - Pengikut Abu Peuleukung atau Tarekat Syattariyah di sejumlah daerah di Provinsi Aceh merayakan Idul Fitri 1440 H, Senin (3/6/2019) hari ini. Seperti diketahui, 1 Syawal di Indonesia diprediksi akan seragam dan jatuh pada Rabu (5/6/2019).

Berbeda dengan pengikut Syattariah di Aceh yang menetapkan penutupan bulan puasa pada Minggu (2/6/2019), berdasarkan kepercayaan dan keyakinan yang telah lama mereka anut.

Kelompok beraliran Syattariah di Aceh sebagian besar adalah pengikut Habib Muhammad Yeddin bin Habib Muhammad Yasin alias Habib Muda Seunagan yang tenar dengan nama Abu Peuleukung.

Pengikutnya tersebar hampir di seluruh Aceh, namun, sentralnya ada di Kabupaten Nagan Raya, tepatnya di Desa Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, yang merupakan tanah kelahiran sang mursyid.

"Ya, besok kita akan melaksanakan salat Id," kata Teuku Jamalul Alamudin, cucu pertama Abu Peuleukung (54), seperti dilansir Liputan6.com, Minggu (2/6/2019) malam.

Salat Id di Desa Peuleukung digelar di Masjid Jamik Abu Habib Muda Seunagan Peuleukueng. Desa ini merupakan tempat di mana sebagian besar keturunan Abu Peuleukung berada.

Baca: Tiga Desa di Ambon Shalat Id Hari ini

Menurut Jamalul, kendati sebagian besar pengikut Syattariah berada di desa tersebut, namun, bukan berarti pelaksanaan salat Idul Fitri dipusatkan di situ, tapi tersebar di desa lain, bahkan di luar Nagan Raya seperti Aceh Barat, Abdya, Pidie, dan Gayo Lues.

Penentuan akhir Ramadan pengikut Syattariah di Aceh menurut Jamalul berdasarkan hisab para ulama yang telah diakui dan telah berlaku sejak lama. Ketidakseragaman ini juga berlaku pada saat penentuan hilal masuknya bulan suci Ramadan.

"Kalau tidak salah ingat, kita mulai dulu pada Sabtu (4/5/2019)," jelas Jamalul.

Pengikut tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan jumlahnya mencapai puluhan ribu. Sang mursyid juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang disegani karena karisma dan keilmuannya.

Berkat jasanya, Pemerintah Indonesia menganugerahkan ‘Tanda Kehormatan Jasa Utama’ kepada Habib Muda Seunagan. Ia wafat di Desa Peuleukung, Nagan Raya, pada 1972.(red/Lipuran6)

Editor :
Makmur Dimila

Komentar Anda