DIALEKSIS.COM | Bener Meriah - Gempabumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,3 mengguncang Kabupaten Bener Meriah dan sekitarnya, Sabtu (10/1/2026) malam, sekitar pukul 22.08 WIB.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, mengatakan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan episenter gempa berada di darat.
“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,91 derajat Lintang Utara dan 96,77 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 22 kilometer barat laut Kabupaten Bener Meriah dengan kedalaman 5 kilometer,” ujar Andi dalam keterangannya kepada Dialeksis, Sabtu.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
BMKG mencatat guncangan gempa dirasakan masyarakat di Aceh Tengah dengan skala intensitas III MMI, yakni getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.
“Hingga pukul 22.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempa susulan,” kata Andi.
BMKG juga mencatat, sejak 29 Desember 2025 pukul 06.09 WIB hingga 10 Januari 2026 pukul 22.20 WIB, telah terjadi rangkaian aktivitas gempa di wilayah tersebut sebanyak 17 kejadian.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.