Beranda / Berita / Aceh / GAZPro dan Paz-Tuntas BMA Ikut Wakili Aceh di KIPP KemenPANRB 2023

GAZPro dan Paz-Tuntas BMA Ikut Wakili Aceh di KIPP KemenPANRB 2023

Jum`at, 12 Mei 2023 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Program Zakat untuk Sanitasi dan Stunting (Paz-Tuntas) terpilih pada kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2023. [Foto: Humas BMA]


DIALEKSIS.COM | Aceh - Ketua Badan Baitul Mal Aceh (BMA). Mohammad Haikal menyampaikan, ada dua program pendayagunaan zakat BMA ikut terpilih mewakili Pemerintah Aceh pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2023 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). 

"Program Gampong Zakat Produktif (GAZPro) dan Program Zakat untuk Sanitasi dan Stunting (Paz-Tuntas) terpilih pada kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2023," kata Haikal dalam laman resmi BMA, Jumat (12/5/2023).

Selain dari BMA, sebutnya, terdapat 10 program dari SKPA lain yang juga ikut mewakili Pemerintah Aceh di ajang ini. Demikian disampaikan Ketua Tim Sekretariat Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2023, Diah Natalisa, dalam Surat Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi KIPP, Rabu (10/5/2023).

"Kami berterimakasih atas apresiasi seluruh pihak terhadap kinerja amil ini. Semoga pencapaian ini menambah semangat dan kepercayaan masyarakat untuk berzakat melalui Baitul Mal," sebut Haikal.

Ia menekankan, partisipasi BMA dalam kompetisi ini merupakan bagian dari komitmen BMA untuk menjadi lembaga amil zakat yang transparan, amanah dan profesional dalam mengelola harta keagamaan di Aceh.

Plt. Kepala Sekretariat BMA, Didi Setiadi menjelaskan, dari total 2.269 proposal inovasi yang diajukan melalui Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kemen-PANRB dari seluruh Indonesia, hanya 1.381 proposal yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Diantara proposal yang terpilih untuk mengikuti seleksi tahap berikutnya, ada 12 proposal dari Pemerintah Aceh. Dua diantaranya merupakan proposal kegiatan pendayagunaan zakat di BMA.

Proposal pertama yang lolos adalah Program Gampong Zakat Produktif atau GAZPro. Dikatakan Didi, program ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan zakat dalam pengembangan usaha produktif di tingkat gampong atau desa.

“Program ini melibatkan pelatihan kewirausahaan, pendampingan, dan pemberian modal usaha kepada mustahik,” sebut Didi.

Proposal kedua yang berhasil lolos adalah Program Zakat untuk Stunting dan Sanitasi (Paz-Tuntas), yang ditujukan untuk mengatasi masalah stunting dan meningkatkan akses sanitasi di Aceh.

“Zakat BMA membantu pemenuhan asupan gizi bagi ibu hamil, bayi, dan balita yang terindikasi stunting, serta menyediakan fasilitas jamban sehat bagi keluarga miskin di Aceh,” urai Didi.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang kompetisi ini dan proposal inovatif yang diikutsertakan oleh BMA, dapat mengunjungi website resmi Kementerian PANRB di sinovik.menpan.go.id.

“Kami meminta dukungan dari masyarakat Aceh untuk kesuksesan program-program inovatif zakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan publik di Aceh,” pungkas Didi. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda