Beranda / Berita / Aceh / Fantasis! Aceh Peringkat Keenam Kasus Narkotika, Ini Penyebabnya

Fantasis! Aceh Peringkat Keenam Kasus Narkotika, Ini Penyebabnya

Selasa, 02 Agustus 2022 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Aulia


Foto: SS RRI Banda Aceh


DIALEKSIS.COM | Aceh - Aceh peringkat keenam kasus narkotika tertinggi dengan jumlah penyalahgunaan 83 ribu orang.

Hal itu disampaikan oleh Plt. Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, Suharmansyah mengatakan, baru saja merayakan tahun baru Islam mudah-mudahan momentum tahun baru Islam di momentum kebangkitan Indonesia dan kebangkitan Aceh.

Kemudian Dialeksis mengutip pada kanal Youtube RRI Banda Aceh "Desa Bersinar Bebas Narkoba" Senin (1/8/2022).

Dalam hal ini khususnya dengan kondisi penyalahgunaan narkoba di provinsi Aceh yang sebagaimana diketahui.

Saat ini Aceh dalam kondisi yang tidak aman. Aceh masih bertahan di peringkat keenam kasus narkotika tertinggi dengan jumlah penyalahgunaan 83 ribu orang. 

Adapun dari 23 kabupaten/kota terdapat 234 kawasan rawan narkotika. Tingginya kasus tersebut disebabkan Aceh menjadi wilayah yang banyak tumbuh tanaman terlarang, tingkat kemiskinan yang seringkali menjadi alasan bandar, kurir maupun pengguna, dan Aceh menjadi salah satu pintu masuk narkotika khususnya melalui pesisir.

Lanjutnya, se-Indonesia dengan 3 ribu orang penyalahgunaan narkoba. Jadi, tingkat utamanya berada di Sumatra Utara menempatkan peringkat keenam.

Hasil tersebut berdasarkan hasil survey BNN dengan libi pada tahun 2019 lalu. Kemudian Aceh tidak aman lagi saat ini karena memang diketahui pengungkapan kasus peredaran narkoba di Aceh dalam kurun waktu 2 tahun belakangan dengan jumlah yang luar biasa besar.

"Karena sebelumnya belum pernah ditemukan sampai totalan 2,5 sampai 3 ton dan ini menunjukkan bahwa Aceh menjadi salah satu pintu masuk internasional yang sangat membahayakan," ucapnya. 

Ia juga menambahkan, yang perlu diperhatikan adalah hari ini Aceh juga masih menjadi salah satu wilayah yang tumbuh banyak tanaman terlarang.

Salah satu tanaman yang masih banyak dikonsumsi oleh pengguna. Juga adanya faktor kemiskinan menjadi salah satu faktor pendorong tingginya angka penyalahgunaan narkoba. 

"Memang beberapa kasus alasan yang selalu disampaikan oleh para peredar terkait ekonomi," jelasnya lagi.

Bisa jadi di tahun 2022 ini ada perubahan dinamika kampung yang akan bergerak terus sehingga memungkinkan kondisinya bisa bertambah.

"Jadi ini beberapa kondisi Aceh hari ini yang menjadi perhatian kita dan memang perlu upaya torobosan gerakan yang kuat sehingga Aceh ini bisa bersih dari penyalahgunaan narkotika," tutupnya. [Auliana Rizky]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda