Beranda / Berita / Aceh / DPRA Sahkan APBA 2022 Rp 16,17 T, Usman: Jangan SiLPA Lagi!

DPRA Sahkan APBA 2022 Rp 16,17 T, Usman: Jangan SiLPA Lagi!

Rabu, 12 Januari 2022 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : fatur

Akademisi Usman Lamreung. [Foto: Istimewa]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Terkait hasil revisi RAPBA TA 2022 yang kini sudah disahkan oleh DPRA menjadi APBA 2022 dengan besaran Anggaran mencapai Rp 16,71 Trilliun menjadi perhatian khusus karena dengan begitu TA 2022 itu akan segera dimulai proyek-proyek atau program, pembangunan, dan lainnya akan segera dimulai.

Akademisi Usman Lamreung mengatakan, terkait dengan revisi RAPBA 2022 ini memang sudah dilakukan review oleh Mendagri dan harus dilakukan revisi RAPBA nya.

“Diakhir kepemerintahan Gubernur Nova Iriansyah ini menjadi APBA terkahir bagi beliau untuk menjalankan amanah yang telah ditetapkan didalam RPJM yang termasuk didalamnya adalah rumah dhuafa,” ucapnya kepada Dialeksis.com, Rabu (12/1/2022).

Dirinya mengatakan, artinya disini Gubernur harus konsisten dijabarkan didalam Aceh Hebat. “Artinya didalam program ini masih yang belum direalisasikan. Artinya bahwa harus menjadi skala prioritas ditahun 2022,” ujarnya.

Kemudian, Usman mengatakan, dan tak lupa beberapa hari sebelumnya Aceh saat ini atau sedang memasuki cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana Banjir.

“Banjir inikan disebebkan akan banyak hal salah satunya itu adalah Ilegal Logging atau infrastrukturnya rusak,” sebutnya.

Sementara itu, Usman mengatakan, terhadap masyarakat, pemerintah harus juga terfokuskan kepada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan sebagainya. “Atau dalam memperbaiki taraf ekonomi masyarakat Aceh, atau disektor strategis lainnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Usman mengatakan, ini butuh kerja keras yang luar biasa. “Dengan anggaran yang begitu besar, nantinya juga akan ada Pj . Gubernur,” tukasnya.

Dalam hal ini, Usman mengharapkan, ditahun 2022 ini agar apa yang memang sudah disepakati yaitu Rp 16,17 Trilliun memang harus diperuntukkan program-program atau pembangunan yang mengarah kepada masyarakat. “Jangan sampai terjadi SiLPA lagi,” pungkasnya. [ftr]

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
distanbun 12
Komentar Anda