Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Deklarasi Bireuen Gleeh, Bupati Bireuen Serahkan 20 Unit Becak Roda Tiga

Deklarasi Bireuen Gleeh, Bupati Bireuen Serahkan 20 Unit Becak Roda Tiga

Kamis, 09 Juli 2020 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Fajrizal

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani


DIALEKSIS.COM | Bireuen - Bupati Bireuen Dr  H Muzakkar  A Gani menyerahkan 20 unit becak sampah roda tiga dan Deklarasi Bireuen Gleeh di Meuligoe Bireuen, Rabu (8/7/2020) sore.

Dr  H Muzakkar  A Gani saat memberikan sambutan mengatakan, sampah menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen, oleh karena itu perlu adanya strategi khusus untuk menangani permasalahan sampah yang belum teratasi sampai hari ini.

Maka, Pengelolaan Sampah Terintegrasi (PST) yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bireuen diharapkan dapat menjadi solusi yang bisa menyelesaikan persoalan sampah sehingga mewujudkan Bireuen Gleeh pada masa yang akan datang.

Muzakkar berharap pengelolaan sampah Terintegrasi ini perlu dukungan semua pihak, terutama dinas terkait dan private sector, sehingga upaya Pengelolaan Sampah Terintegrasi sukses dilaksanakan yang dimulai dari desa.

Dinas terkait dan private sector diharapkan dapat memberikan perhatian khusus dan dukungan secara penuh bagi desa yang bersedia melaksanakan Pengelolaan Sampah Terintegrasi yang didampingi oleh Dinas terkait dengan pihak swasta.

Kami berharap Kepada gampong, lembaga/instansi dan pengelola wisata penerima bantuan kendaraan roda tiga pada hari ini, dapat memanfaatkan kendaraan roda tiga tersebut dengan baik,” pintanya.

Sementara itu,Ketua Aceh Green Coversation (ACG), Suhaimi Hamid S.Sos menyebutkan, pengelolaan sampah terintegrasi merupakan sebuah konsep yang akan dilaksanakan secara terintegrasi antara desa, kecamatan dan kabupaten.

Sehingga persoalan sampah yang terjadi di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten dapat diselesaikan secara terintegrasi dan bekelanjutan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

“Ini bukan hanya tugas Pemerintah saja, namun semua pihak harus ikut terlibat dan menjaga kebersihan dan lingkungan. Kalau Bireuen Gleeh dari sampah, maka masyarakat dan juga pendatang akan senang dengan Bireuen yang bersih dan indah,’ sebut pria yang akrab disapa abu Suhai itu.

Sebelumnya, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bireuen, Drs Murdani dalam laporannya menyebutkan, penerimaan hibah becak motor sampah  dari Direktorat Pengelolaan Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan sebanyak 20 unit becak motor sampah.

Dikatakan Murdani, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutana Bireuen bersama Aceh Green Conservation (AGC), yang merupakan mitra lingkungan hidup, melalui Program Bireuen Gleeh dengan pengelolaan sampah terintegrasi menyerahkan becak motor sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup sebanyak 7 unit , 6 unit untuk pemerintah gampong, 5 lembaga pendidikan, 2 unit untuk lokasi wisata.  (Faj)

Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
malikusaleh idul adha
Komentar Anda
dinsos dan M