Beranda / Berita / Aceh / Bimtek Ke Lombok, Keuchik Kecamatan Peusangan Setor Rp 16 Juta/Gampong

Bimtek Ke Lombok, Keuchik Kecamatan Peusangan Setor Rp 16 Juta/Gampong

Jum`at, 02 September 2022 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Fajri Bugak

[Foto: Istimewa]

DIALEKSIS.COM | Bireuen - Ditengah Bimbingan Teknis (Bimtek) Aparatur Desa menjadi sorotan di Kabupaten Bireuen. Secara diam-diam Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Peusangan dibawah Ketua Keuchik Subarni cs kembali akan mengelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Keuchik-Keuchik 69 orang Keuchik SeKecamatan Peusangan.

Adapun lokasi kegiatan Bimtek Keuchik SeKacamatan Peusangan kali ini yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Pulau Lombok. Informasi yang diperoleh Dialeksis.com dari sejumlah Keuchik di Kecamatan Peusangan satu orang Keuchik harus mengeluarkan uang yang diambil dari dana desa sebanyak Rp 16 Juta Rupiah/Desa mengikuti Bimtek Ke Lombok. Total Desa di Kecamatan Peusangan sebanyak 69 Desa.

"Total uang yang kami keluarkan lebih kurang 16 Juta rupiah per Gampong. Untuk teknisnya nanti BKAD yang mengatur rincian penggunaan uang tersebut," kata salah seorang Keuchik Gampong di Kecamatan Peusangan yang tidak mau ditulis namanya dengan alasan akan dikucilkan oleh Kelompok Keuchik Subarni Cs, Kamis,(1/9/2022) kepada Dialeksis.com.

Keuchik tersebut juga mengungkapkan uang tersebut distor kepada Kasie DPMG Kantor Camat Peusangan Ibu Syarifah. "Dari 16 Juta rupiah tersebut setelah distor ke BKAD, selanjutnya diserahkan Cash Back sebanyak Rp 3,5 juta hingga Rp 4,7 jutaan,"sebut Keuchik tersebut.

Ia juga mengungkapkan berdasarkan jadwal keberangkatan para Keuchik yang mengikuti Bimtek Ke Lombok akan berangkat pada pertengahan September ini yaitu sekitar tgl 15 akan datang. "Pokoknya pesan Keuchik Subarni, Hari Senin ini uang harus sudah distor semua,"ungkap sumber tersebut lagi.

Secara terpisah Ketua BKAD Kecamatan Peusangan Subarni membenarkan bahwa pihaknya sudah melakukan wacana untuk melaksanakan Bimtek Ke Lombok. Namun Subarni membantah bahwa uang yang disetor ke BKAD bukan Rp 16 Juta Rupiah. "Yang disetor ke BKAD cuma Rp 6 juta rupiah. Tidak termasuk biaya tiket Pesawat dan SPPD," kata Keuchik Subarni saat dikonfirmasi Dialeksis.com, Kamis malam (1/9/2022).

Subarni juga membantah melakukan pemberian Cash Back untuk para Keuchik yang mengikuti Bimtek ke Lombok. "Tidak ada Cash Back dari BKAD," sebutnya.

Untuk memuluskan kegiatan Bimtek ke Lombok, Subarni juga mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan koordinasi atau pertemuan dengan PJ Bupati Bireuen Aulia Sofyan pada hari Jumat yang lalu untuk menanyakan perihal kegiatan Bimtek Ke Lombok. "Saat itu PJ Bupati Bireuen menjawab, bahwa Desa itu punya kewenangan tersendiri dan Keuchik itu punya hak asal sesuai dengan koridor,"kata Keuchik Subarni mengulang perkataan PJ Bupati Bireuen.

Benarkah perkataan Keuchik Subarni atau hanya haba peumameh agar peserta Bimtek ke Lombok banyak diikuti Keuchik. Namun sumber Dialeksis.com di kalangan Pemkab Bireuen,menyebutkan bahwa PJ Bupati Bireuen sudah melarang Kegiatan Bimtek Aparatur Desa yang menguras dana desa yang tak jelas manfaatnya. 

"Pak PJ Kageularang Bimtek Keuchik. Cuma atra baroesa gobyan baroe siuroe Jeut Keu PJ hana pat geupeugah haba. Sang untuk jinoe segala jenis Bimtek luwa daerah kageularang le PJ," kata sumber tersebut. 

Bimtek Kedua Kali 

Sebelumnya BKAD Kecamatan Peusangan juga sudah mengelar Bimtek Pelatihan Sikeudes yang diikuti oleh dua orang peserta per gampong yang tersebar di 69 Desa SeKecamatan Peusangan. 

Pelatihan Sikeudes berlangsung di Hotel Grand Permata Hati Banda Aceh yang dibuat BKAD Kecamatan Peusangan menguras Dana Desa sebanyak Rp 6 Juta/Gampong. Acara tersebut berlangsung tanggal 19 Agustus 2022 lalu.

Nah, Informasi yang diperoleh Dialeksis.com dari sejumlah peserta, Karena ada keutungan dari pengadaan tas dan biaya lainnya dari kegiatan sebelumnya, BKAD Kecamatan Peusangan kembali membuat acara Bimtek untuk para Keuchik SeKecamatan Peusangan di Lombok.(Fajri Bugak)

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda