Beranda / Berita / Aceh / Bertukar Pikiran dengan Wali Nanggroe, Ganjar Pranowo: Aceh Miliki Potensi Luar Biasa

Bertukar Pikiran dengan Wali Nanggroe, Ganjar Pranowo: Aceh Miliki Potensi Luar Biasa

Senin, 11 April 2022 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo SH MIP bertemu dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Minggu (10/4/2022). [Foto: Humas WN]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo SH MIP melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Minggu (10/4/2022).

Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe M. Nasir Syamaun MPA mengatakan, pertemuan orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah tersebut dengan Wali Nanggroe merupakan yang pertamakali. 

Pada pertemuan itu, Ganjar didampingi Anwar Sanusi yang merupakan Sekjen Kemenaker RI dan Rektor Unimal Prof. Dr. Herman Fithra, ST MT IPM. Sementara Wali Nanggroe didampingi Ketua DPA Partai Aceh H. Muzakir Manaf atau Mualem, Staf Khusus H. Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak dan Dr. M. Raviq. 

“Banyak informasi-informasi yang saya dapatkan dari Wali Nanggroe. Soal pengelolaan Sumber Daya Alam, peran Lembaga Wali Nanggroe dan bidang-bidang lainnya,” kata Ganjar usai pertemuan.

Menurut Ganjar, Aceh memiliki potensi yang sangat luar biasa. Selain potensi Sumber Daya Alam (SDA), Aceh juga memiliki letak geografis yang sangat strategis. 

“Kita bertukar pikiran soal membangun Aceh ke depan,” tuturnya.

Dengan segala potensi yang ada, kata Ganjar, Aceh perlu secara terus menerus mendialogkan serta membangun komunikasi dengan seluruh pihak-pihak terkait, sehingga tujuan yang ingin diraih akan maksimal.

“Pertemuan hari ini adalah sebuah kehormatan bagi saya,” ucapnya.

 Sementara itu, kepada Ganjar, Wali Nanggroe menyampaikan usulan-usulan dan tukar pikiran dalam upaya membangun Aceh secara lebih baik, dengan segala kelebihan yang dimiliki Aceh, baik dari dari sisi SDA dan kewenangan serta kekhususan yang dimiliki.

“Terutama di sektor pendidikan. Karena tanpa adanya SDM yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, terutamanya dalam Pemeritah Aceh, akan kacau kita,” kata Wali Nanggroe. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda