Beranda / Berita / Aceh / BEM USK Nilai Kedatangan Rohingya Timbulkan Dampak Buruk Bagi Masyarakat Aceh

BEM USK Nilai Kedatangan Rohingya Timbulkan Dampak Buruk Bagi Masyarakat Aceh

Rabu, 06 Desember 2023 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ketua BEM USK, Habil Fasya [Foto: for dialeksis]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (BEM USK) menilai kedatangan pengungsi Rohingya ke Aceh dapat menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat Aceh.

"Saya selaku Ketua BEM USK sangat menyayangkan kedatangan warga Rohingya di Aceh yang ternyata berdampak buruk bagi masyarakat Aceh," Kata Ketua BEM USK, Habil Fasya kepada Dialeksis.com, Rabu (6/12/2023).

Habil Fasya mengatakan sebelum tahun 2023, polemik kedatangan pengungsi Rohingya masih terus diperbincangkan oleh masyarakat Aceh. 

Menurutnya, dampak buruk kedatangan pengungsi Rohingya ke Aceh menjadi persoalan serius yang harus ditanggapi bersama.

Kedatangan mereka dapat mengakibatkan peningkatan populasi, lapangan kerja semakin menipis, ekonomi menjadi sulit, serta timbulnya tindak kriminal yang tinggi.

"Hal ini dapat dilihat dari beberapa kasus ke belakang di beberapa media massa. Mereka menimbulkan masalah masalah baru ke masyarakat aceh serta adanya kesenjangan antar pribumi dan pendatang (warga Rohingya)," ujarnya.

Habil Fasya menyayangkan sikap pemerintah Aceh tidak tegas terkait kondisi yang terjadi antara pengunsi Rohingya dan masyarakat Aceh.

Dikatakan Habil, ini bukan hanya sekedar tolong-menolong antar sesama manusia, namun melihat bagaimana dampak buruk yang semakin dirasakan masyarakat Aceh dan seakan-akan pemerintah lepas tangan terkait hal ini.

"Saya pribadi menolak dengan tegas kedatangan jika terus menerus berdampak buruk terhadap masyarakat," ujarnya.

Habil mengatakan bahwa jika pemerintah menyetujui kedatangan mereka maka pemerintah harus siap dari segi apapun untuk memenuhi segala  kebutuhan para pengungsi tanpa harus merugikan pihak manapun terkhusus masyarakat Aceh.

Dalam hal ini, jika ingin dianggarkan untuk mereka maka harus dipastikan bahwasanya anggaran tersebut tidak menganggu anggaran yang seharusnya di gunakan untk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

"Jikalau memang tidak sanggup untuk mengakomodir segala kebutuhan warga Rohingya, maka pemerintah seharusnya memberikan penolakan yang lebih tegas agar pemasalahan ini dapat teratasi dengan cepat," jelasnya.

Habil mengatakan permasalahan Aceh masih banyak yang perlu diselesaikan bersama. Ia mendesak pemerintah untuk segera mendapatkan solusi yang konkrit atas permasalahan pengungsi Rohingya.

"Saya sebagai presiden mahasiswa USK melihat Bagaimana hari ini kondisi pendidikan,ekonomi,kesehatan dan lingkungan yang masih berada dalam zona merah dan butuh perhatian extra dari pada pemerintah. namun jika terus berlarut maka kami sebagai mahasiswa akan memberikan masukan dengan cara kami sendiri untuk masyarakat aceh yang mana bentuk dari fungsi kami yaitu agent of change dan social control," pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda