Beranda / Berita / Aceh / Anak Gajah Yang Mati, Siddiq: Harus Ada Penindakan Tegas Penggunaan Jerat

Anak Gajah Yang Mati, Siddiq: Harus Ada Penindakan Tegas Penggunaan Jerat

Rabu, 17 November 2021 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : fatur

Gajah yang ditemukan hampir putus belalai di Aceh Jaya, akhirnya mati. [Foto: Dokumen FJL Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Seekor anak gajah yang ditemukan hampir putus belalai akibat terkena jeratan di kawasan Area Pengguna Lain (APL) di Aceh Jaya sudah tak bernyawa.

Sebelumnya gajah tersebut sempat dirawat oleh tim BKSDA di Sare, Aceh Besar.

Pemerhati Satwa dan Alam, Siddiq Al Idrus mengatakan ini merupakan kasus yang menyayat hati kita semua.

“Harusnya dalam hal sosialisasi terhadap satwa liar dan penggunaan jerat itu harus diperkuat lagi,” ucapnya kepada Dialeksis.com, Rabu (17/11/2021).

Siddiq menjelaskan, seharusnya dalam hal ini mereka (Masyarakat) itu harus tahu bahwa adanya rute gajah dan selalu melewati rute yang sama hanya saja dalam jangka yang panjang.

“Sebenarnya kenapa jerat itu ditaruk atau dipasang dikebun, itu sebenarnya ditujukan untuk babi,” sebutnya.

Jadi kedepannya, Kata Siddiq, jika masyarakat ditemukan memasang jerat di kebun mereka walaupun dan itu ada dikawasan Lindung dengan alsan itu untuk hama kebun (Babi), harusnya masyarakat tersebut ditindak.

“Karena sampai saat ini tidak ada tindakan tentang jerat,” sebutnya

Kemudian, Siddiq menyampaikan, ranger setiap bulan ketika mereka memasuki kawasan tidak sepenuhnya bisa melindungi rute atau kawasan dilewati gajah.

“Karena rute gajah kebanyakan saat ini sudah lagi tidak masuk dikawasan dilindungi, jadi ranger ini juga gak akan sempat untuk membongkar jerat yang ada dipinggiran tersebut,” sebut Siddiq.

Kenapa kasus matinya anak gajah ini bisa diketahui oleh banyak, Kata Siddiq, karena ini dilaporkan dan ditemukan kawasan pinggiran, dan sempat dirawat juga namun dalam kondisi yang lemah.

“Mungkin saat ini juga sudah ada gajah yang mati lagi, hanya saja kita tidak tahu,” jelas Siddiq.

Harusnya pemerintah, Kata Siddiq, membentuk tim khusus untuk penanganan jerat ini.

“Hutan tanpa manusia tidak berpengaruh apa-apa, tapi manusia sangat bergantung pada hutan, karena itu harus dijaga ekosistemnya untuk kelangsungan anak cucu kita kedepan,” pungkasnya. [ftr]

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda