Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Alumni USK Harap Rektor Terpilih Pahami Syariat Agama dan Fokus Kembangkan Kampus

Alumni USK Harap Rektor Terpilih Pahami Syariat Agama dan Fokus Kembangkan Kampus

Kamis, 15 Januari 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Alumni USK dari Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Akil Rahmatillah. Dokumen untuk dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Proses pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2031 kini memasuki tahapan lanjutan. 

Setelah melalui tahapan pendaftaran serta pemaparan visi, misi, dan program kerja, tiga calon resmi dinyatakan lolos tahap penyaringan dan berhak melaju ke pemilihan akhir.

Ketiga calon tersebut yakni Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, ASEAN Eng, Prof. Dr. Ir. Marwan, dan Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., MBA, DBA. Penetapan dilakukan dalam Rapat Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (12/1/2026).

Menanggapi tahapan pemilihan tersebut, Alumni USK dari Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Akil Rahmatillah, menyampaikan sejumlah harapan terhadap sosok rektor yang akan terpilih.

Menurut Akil, selain harus memilki wawasan kelas dunia, rektor USK ke depan juga harus memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai keislaman, mengingat Aceh merupakan daerah yang menerapkan syariat Islam dan memiliki tradisi keilmuan yang kental dengan majelis ilmu.

“Kita berharap rektor USK ke depan memiliki konsep global competencies & grassroot understanding. Selain harus memiliki pemahaman akan isu-isu global, namun juga benar-benar paham akan agama, karena Aceh adalah negeri syariat Islam dan dekat dengan tradisi majelis ilmu,” ujar Akil kepada media dialeksis.com, Kamis, 15 Januari 2026.

Selain itu, Akil mengatakan bahwa rektor USK ke depan harus lebih banyak berada di lingkungan internal kampus dan fokus mengembangkan universitas dari dalam. 

Menurutnya, kehadiran dan perhatian rektor terhadap sivitas akademika menjadi kunci kemajuan USK, sehingga tidak diharapkan pemimpin yang terlalu sering beraktivitas di luar kampus dan kurang fokus pada pengelolaan internal.

"Tentu boleh mengikuti aktivitas di luar kampus. Namun, baiknya pemimpin universitas harus aktif berada di lingkungan kampus, memahami kebutuhan sivitas akademika, serta mendorong pengembangan USK dari dalam," ujarnya.

Tak kalah penting, lanjut Akil, rektor USK periode mendatang juga diharapkan memiliki jejaring dan relasi yang kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna mendukung kemajuan institusi dan daya saing universitas.

Ia berharap proses pemilihan rektor USK dapat menghasilkan pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai keacehan serta membawa USK menjadi universitas yang lebih maju dan berdaya saing.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI