DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Aneuk Nanggroe menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Kamis (13/8/2026). Massa yang berjumlah sekitar 20 orang itu datang untuk menyampaikan aspirasi terkait pertanggungjawaban Pemerintah Aceh terhadap penanganan masyarakat terdampak bencana.
Aksi yang dikoordinatori Rahmad Fauzi tersebut berlangsung di depan gerbang utama Kantor Gubernur Aceh. Massa tiba sekitar pukul 15.10 WIB, namun tidak dapat memasuki halaman kantor karena tertahan oleh barisan petugas pengamanan yang berjaga di lokasi.
Berdasarkan pengamatan Dialeksis di lapangan, massa hanya diperbolehkan menyampaikan orasi dari luar gerbang kantor gubernur. Sejumlah peserta aksi sempat berupaya menerobos barisan petugas agar dapat masuk ke halaman kantor untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Namun upaya tersebut tidak berhasil karena jumlah petugas pengamanan lebih banyak dibandingkan massa aksi yang hadir.
Dalam orasinya, massa menyoroti penanganan pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh. Mereka menilai perhatian pemerintah terhadap para korban bencana masih belum maksimal meski bencana telah terjadi sejak beberapa bulan lalu.
Salah seorang orator bahkan memohon kepada petugas agar memberikan akses masuk ke halaman kantor gubernur untuk menyampaikan aspirasi.
“Tolong bapak-bapak, ijinkan kami masuk. Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi. Tolong ijinkan kami masuk,” ujar orator tersebut sambil bersujud di hadapan petugas pengamanan.
Selain menyinggung persoalan penanganan bencana, sejumlah pernyataan yang disampaikan orator juga menyinggung rencana peringatan 15 Agustus yang bertepatan dengan Hari Damai Aceh.
Dalam orasinya, salah seorang peserta aksi menyatakan memiliki kemampuan untuk menghadirkan massa yang akan mengibarkan bendera Bulan Bintang apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari Pemerintah Aceh.
Massa juga menyampaikan ancaman akan menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar pada 15 Agustus mendatang apabila aspirasi mereka tidak diindahkan.
“Yang kita tuntut pertanggungjawaban Pemerintah Aceh. Sudah delapan bulan masyarakat kita di daerah bencana tidak mendapat perhatian serius. Yang kami sampaikan hanya aspirasi saudara-saudara kita yang ada di pengungsian,” ujar salah seorang orator.
Aksi berlangsung di bawah pengawasan aparat keamanan. Hingga kegiatan berakhir, situasi di sekitar Kantor Gubernur Aceh terlihat aman dan kondusif, sementara massa membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan mereka.