DIALEKSIS.COM | Bener Meriah - Kalangan pemuda di wilayah tengah Aceh mendesak pemerintah mempercepat pembangunan jembatan di Sungai Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Desakan ini muncul karena akses vital yang menghubungkan tiga kabupaten kini terganggu.
Pemuda asli Wih Porak, Irwandi, meminta pembangunan jembatan tersebut harus segera diprioritaskan mengingat perannya yang semakin strategis sebagai penghubung Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
“Sekarang kondisinya sangat mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Ini harus segera dipercepat,” ujar Irwandi kepada Dialeksis, Sabtu.
Ia menjelaskan, sebelumnya jalur Wih Porak bukan merupakan akses utama. Namun, sejak jembatan di Enang-Enang putus total dan tidak dapat dilalui, arus transportasi dialihkan ke jalur tersebut.
Menurutnya, keberadaan jembatan Wih Porak kini menjadi kunci konektivitas kawasan tengah Aceh, sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian.
“Pembangunan jembatan ini sangat strategis untuk mendukung distribusi logistik dan hasil pertanian dari Aceh Tengah dan Bener Meriah ke jalur lintas timur,” katanya.
Irwandi juga menilai, ke depan jalur lintas tengah Aceh memiliki potensi besar menjadi rute distribusi utama. Ia berharap truk kontainer dapat melintasi jalur tersebut untuk mengangkut hasil bumi hingga ke lintas barat, timur Aceh, bahkan ke Sumatera Utara.
Karena itu, ia meminta pemerintah tidak menunda pembangunan. Menurutnya, jika jembatan permanen belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, pembangunan jembatan rangka baja bisa menjadi solusi sementara.
“Kalau belum bisa permanen, jembatan rangka baja juga tidak masalah, yang penting arus lalu lintas lancar dan aktivitas masyarakat kembali normal,” pungkasnya.