Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Aceh / Aceh Masih Tujuan Utama Peredaran Narkoba

Aceh Masih Tujuan Utama Peredaran Narkoba

Rabu, 07 Agustus 2019 11:00 WIB

Ilustrasi shabu. [FOTO: net]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNP) Aceh, Brigjen Faisal Abdul Naser menyebutkan, Provinsi Aceh masih menjadi daerah tujuan utama dalam melakukan peredaran narkoba. 

Hal itu disampaikannya ketika memberikan materi pada sosialisasi pencegahan narkoba di Kantor PT PLN (Persero) UIW Aceh di Banda Aceh, Selasa (6/8/2019).

Faisal menerangkan, informasi itu dia diperoleh dari Kepala BNN Heru Winarko. Namun, tegasnya, BNN Aceh tetap terus melakukan upaya-upaya dalam menekan angka pengguna narkoba dengan cara bersinergi dari berbagai pihak.

Dia menambahkan, meski menjadi daerah tujuan utama peredaran narkoba, Aceh menunjukkan konsistensinya memerangi penyalahgunaan narkotika dan menekan laju penggunanya.

“Data LIPI dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia dari 2017 di Aceh, satu dari 100 pelajar di Aceh ini menggunakan narkoba, berarti sekarang sudah turun lagi,” sebutnya, seperti dilansir Okezone, Rabu (7/8/2019).

Ia menyebutkan penurunan angka pengguna narkoba tersebut terjadi dari berbagai golongan pengguna, termasuk dari kalangan remaja, pekerja, rumah tangga, dan juga anak sekolah.

Dia juga mengungkapkan, hasil survei menunjukkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia berkisar 1,7 hingga 2,2 persen atau atau sekitar 3 sampai 5 juta jiwa dari total penduduk.

“Angka ini merupakan batas kritis yang harus dikendalikan dan ditekan supaya tidak semakin meningkat,” tegasnya, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, secara nasional, data survei prevalensi penyalahgunaan narkoba tersebut dari 2008 hingga 2017 yang dilakukan BNN bekerjasama dengan Puslitkes Universitas Indonesia.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga survei penyalahgunaan dan peredarannya di wilayah negara Indonesia.

"Sekarang angka sudah kurang dari 1,7 persen. Pendataan itu valid yang dilakukan tim peneliti, bukan survei dari saya,” tutur Faisal.(me/dbs)

Editor :
Makmur Emnur

Komentar Anda