DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Mantan Rais Am atau Ketua Umum Pengurus Besar Rabithah Thaliban Aceh (PB RTA), Dr. Tgk Imran Abu Bakar, M.Sy, menegaskan bahwa Rabithah Thaliban Aceh (RTA) merupakan organisasi kemasyarakatan yang selama ini hadir dan beraktivitas di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Tgk Imran saat menjawab pertanyaan media Dialeksis.com mengenai posisi RTA, khususnya terkait independensi organisasi dan keterlibatan pengurusnya dalam aktivitas politik praktis.
Menurut Tgk Imran, RTA pada dasarnya merupakan organisasi yang berada di tengah masyarakat, sebagaimana organisasi kemasyarakatan lainnya.
"Rabithah Thaliban itu ormas yang senantiasa dalam masyarakat dan seperti yang lain juga," kata Tgk Imran kepada media dialeksis.com, Jumat (18/9/2026).
Ketika ditanya apakah RTA merupakan lembaga politik atau organisasi independen, serta bagaimana ketentuan bagi pengurus RTA yang menjadi kader partai politik, Tgk Imran menyebut bahwa dalam ketentuan organisasi terdapat aturan mengenai hal tersebut.
Ia mengatakan, berdasarkan yang diketahuinya, terdapat ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang mengatur persoalan keterlibatan pengurus dalam politik praktis.
Namun, Tgk Imran mengaku belum mengetahui apakah ketentuan tersebut masih sama atau telah mengalami perubahan dalam AD/ART RTA yang berlaku saat ini.
"Saya kurang tahu juga apakah ada perubahan di AD/ART," katanya.
Diketahui, Rabithah Thaliban Aceh (RTA) merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun santri dan alumni dayah di Aceh. Istilah thaliban merujuk pada para penuntut ilmu atau santri.
RTA memiliki sejumlah tujuan, di antaranya mempererat persaudaraan sesama santri dan ulama, menjaga nilai-nilai keislaman, serta melestarikan tradisi dan pendidikan dayah di Aceh.
Organisasi ini memiliki struktur kepengurusan mulai dari tingkat pusat, yakni Pengurus Besar Rabithah Thaliban Aceh (PB RTA), hingga tingkat kabupaten/kota.
Pimpinan pusat atau Rais Am PB RTA saat ini dijabat oleh Tgk. Miswar Ibrahim, M.Ag., yang akrab disapa Tgk. Miswar Njong.
Sementara itu, beredar foto yang memperlihatkan Rais Am Pengurus Besar Rabithah Thaliban Aceh (PB RTA), Tgk Miswar Ibrahim, bersama sejumlah pengurus dan tokoh Partai Demokrat.
Dalam foto tersebut, Tgk Miswar terlihat mengenakan baju beratribut Partai Demokrat. Ia tampak bersama Ketua Umum terpilih Partai Demokrat Aceh, Sayuti Abubakar, Rian Syaf atau Rian Firmansyah, BBA, M.Com selaku Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron, serta sejumlah pengurus lainnya.
Foto tersebut diambil usai penyerahan Surat Keputusan (SK) penetapan Sayuti Abubakar sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026). [nh]