Rabu, 05 Agustus 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Kemarau Ekstrem, Perumdam Aceh Besar Bangun Jaringan Air Terintegrasi Hadapi Krisis Air

Kemarau Ekstrem, Perumdam Aceh Besar Bangun Jaringan Air Terintegrasi Hadapi Krisis Air

Rabu, 05 Agustus 2026 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar, T. Abulis Samarkhan. Dokumen untuk dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kemarau panjang yang melanda Aceh Besar berdampak terhadap ketersediaan air baku untuk pelayanan air bersih, terutama di wilayah pelayanan Cabang Darul Imarah. 

Penurunan debit sumber air di kolam Mata Ie yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir bahkan menyebabkan kondisi kolam mengalami kekeringan yang disebut lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar, T. Abulis Samarkhan, mengatakan sejak awal 2026 berbagai langkah penanganan telah disiapkan sesuai arahan Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumdam Tirta Mountala.

"Untuk jangka pendek, kami melakukan distribusi air secara mobile menggunakan truk tangki ke wilayah pelayanan Cabang Darul Imarah serta sejumlah lokasi lainnya berdasarkan laporan dan pengaduan masyarakat," kata T. Abulis kepada media dialeksis.com, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, distribusi air bersih menggunakan armada tangki dilakukan sebagai solusi darurat agar kebutuhan air masyarakat tetap dapat terpenuhi di tengah menurunnya debit air baku akibat musim kemarau.

Selain penanganan darurat, Perumdam Tirta Mountala juga telah menyiapkan strategi jangka panjang guna memperkuat sistem penyediaan air bersih di Aceh Besar. Salah satunya melalui pengembangan jaringan distribusi induk yang terintegrasi dengan sistem interkoneksi antarcabang.

Rencana tersebut akan menghubungkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di wilayah Indrapuri, Siron hingga Darul Imarah sehingga setiap instalasi dapat saling menopang apabila terjadi gangguan pasokan air di salah satu wilayah pelayanan.

"Dengan sistem interkoneksi ini, distribusi air nantinya dapat dialihkan dari cabang lain ketika terjadi penurunan debit seperti yang dialami Mata Ie. Ini menjadi solusi jangka panjang agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga," ujarnya.

T. Abulis menambahkan, Dewan Pengawas bersama Direksi juga terus membangun komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) serta sejumlah anggota DPR RI asal Aceh guna memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur air minum.

Menurutnya, upaya tersebut membuahkan hasil dengan adanya dukungan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Seulimeum berkapasitas 40 liter per detik pada 2026.

"SPAM IKK Seulimeum diharapkan mampu memperluas cakupan pelayanan air bersih dari Seulimeum hingga Kuta Cot Glie, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum memperoleh layanan secara optimal," jelasnya.

Ke depan, Perumdam Tirta Mountala berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Pemerintah Aceh, pemerintah pusat, serta para pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat agar pembangunan SPAM baru juga dapat dikembangkan di wilayah lain, seperti Ingin Jaya dan Sukamakmur.

T. Abulis optimistis Perumdam Tirta Mountala mampu meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan kondisi keuangan perusahaan, perencanaan yang lebih matang, serta pembenahan manajemen secara berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa salah satu fokus pembenahan saat ini adalah mengurangi kehilangan air akibat kebocoran jaringan maupun sambungan ilegal yang masih ditemukan di sejumlah lokasi.

"Di bawah kepemimpinan Bupati H. Muharram Idris dan Wakil Bupati H. Syukri A. Jalil, pembenahan internal terus dilakukan, termasuk penertiban kehilangan air akibat jaringan dan sambungan ilegal. Kami mengajak masyarakat ikut mengawasi dan melaporkan aktivitas ilegal agar penertiban dapat dilakukan lebih cepat sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat semakin optimal," tutup T. Abulis.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI