DIALEKSIS.COM | Jakarta - PSSI terus memperkuat pembangunan sepak bola Indonesia melalui kolaborasi dengan FIFA. Kerja sama tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, pembinaan usia dini, pengembangan talenta hingga penguatan sepak bola wanita.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, sejumlah program FIFA telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekosistem sepak bola nasional.
"Dalam beberapa tahun terakhir, program-program seperti FIFA Forward, Football for Schools, dan FIFA Arena telah memberikan kontribusi yang berarti untuk memperkuat ekosistem sepak bola kita," ujar Erick, dikutip dari situs resmi FIFA.
Salah satu proyek utama adalahPusat Pelatihan Nasional PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek tersebut mendapat dukungan pendanaan 5,4 juta dollar AS melalui program FIFA Forward, ditambah investasi dari pemerintah Indonesia.
Pusat pelatihan yang berdiri di lahan seluas 34,52 hektar itu dirancang sebagai pusat pembinaan sepak bola nasional. Fasilitasnya mencakup stadion mini, kolam renang, serta delapan lapangan sepak bola.
Menurut Erick, keberadaan pusat pelatihan tersebut menjadi tonggak penting karena Indonesia untuk pertama kalinya memiliki pusat pelatihan nasional yang dibangun khusus untuk pembinaan sepak bola.
Komitmen PSSI dalam memanfaatkan program FIFA Forward juga mendapat Penghargaan Emas FIFA Forward pada KTT Eksekutif Sepak Bola FIFA di Miami, Amerika Serikat, Juni 2025.
Perluas sepak bola usia dini
Kolaborasi PSSI dan FIFA juga menyasar pengembangan sepak bola akar rumput. Melalui program FIFA Football for Schools, sepak bola diperkenalkan kepada anak-anak melalui lingkungan pendidikan.
Program tersebut telah menjangkau anak-anak di 38 provinsi Indonesia. Sementara itu, dua lapangan mini FIFA Arena dibuka di Jakarta pada Mei 2025 dan disebut memberikan akses bermain sepak bola bagi sekitar 1.450 siswa di sekitar kawasan sekolah.
"FIFA Football for Schools telah membantu kami membawa sepak bola langsung ke anak-anak dan masyarakat, termasuk daerah terpencil," kata Erick.
PSSI juga mendapat dukungan melalui Skema Pengembangan Bakat FIFA yang telah berjalan sejak 2022 untuk memperkuat jalur pengembangan pemain secara berkelanjutan.
Perkuat sepak bola wanita
Di sektor sepak bola wanita, dukungan FIFA membantu PSSI menyusun dan meluncurkan Strategi Sepak Bola Wanita Indonesia pada 2024 melalui FIFA Women's Football Development Programmes.
PSSI kemudian terpilih sebagai salah satu dari tiga Asosiasi Anggota FIFA yang mengikuti Program Pemberdayaan Wanita dalam Olahraga FIFA-GIZ.
Selain itu, FIFA Coach Education Scholarship membantu PSSI meningkatkan jumlah pelatih wanita berlisensi di Indonesia.
"Beasiswa Pendidikan Pelatih FIFA telah membantu kami memperluas jumlah pelatih wanita berlisensi dan memperkuat fondasi sepak bola wanita secara nasional," ujar Erick.
Kantor FIFA di Jakarta
Kemitraan PSSI dan FIFA kini memasuki fase baru dengan kehadiran kantor FIFA di Jakarta. Pada Juni lalu, FIFA dan PSSI menyepakati Perjanjian Negara Tuan Rumah yang menjadikan Jakarta sebagai pusat FIFA untuk kawasan yang mencakup 21 Asosiasi Anggota di Asia Tenggara dan Asia Timur.
Erick menilai kehadiran FIFA di Indonesia dapat memperluas peluang kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan program sepak bola dengan negara-negara lain di kawasan.
"Bagi PSSI, kemitraan kami dengan FIFA lebih dari sekadar infrastruktur atau program individual. Ini tentang membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan untuk masa depan sepak bola Indonesia," kata Erick.
Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut dan semakin mempercepat pertumbuhan sepak bola Indonesia. [*]

