Senin, 24 Agustus 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Festival Mbois 11 di Malang, Erick Thohir Dorong Konsep Sportainment

Festival Mbois 11 di Malang, Erick Thohir Dorong Konsep Sportainment

Senin, 24 Agustus 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Menpora RI Erick Thohir mendukung konsep Sportainment yang memadukan olahraga dan hiburan seperti yang digelar dalam Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (23/8/2026). [Foto: Fajar/kemenpora.go.id]


DIALEKSIS.COM | Malang - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mendukung konsep sportainment yang memadukan kegiatan olahraga dengan hiburan. Konsep tersebut dinilai dapat membuka ruang kolaborasi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Erick saat mengunjungi Festival Mbois 11 yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (23/8/2026).

Dalam festival tersebut, sejumlah cabang olahraga dipertandingkan, mulai dari tinju amatir, jemparingan, hingga e-sport. Menurut Erick, kegiatan semacam ini dapat menjadi wadah untuk mempertemukan pemerintah, komunitas, dan organisasi olahraga.

"Seperti yang tadi saya sampaikan, saya mendukung kalau semua berkolaborasi. Pemerintah kota, komunitas, hingga organisasi (olahraganya)," kata Erick saat mengunjungi Festival Mbois 11.

Erick menilai olahraga selama ini kerap dipandang sebatas kegiatan yang membutuhkan anggaran. Padahal, menurut dia, olahraga memiliki potensi besar sebagai investasi ekonomi.

Penyelenggaraan pertandingan olahraga, misalnya, dapat menciptakan transaksi melalui penjualan tiket, konsumsi masyarakat, hingga penerimaan pajak.

"Jadi olahraga tidak lagi hanya biaya. Selama ini persepsinya biaya, padahal salah. Olahraga itu adalah investasi yang menciptakan perekonomian," tegasnya.

Selain memberikan dampak ekonomi, Erick menyebut olahraga juga merupakan investasi di bidang kesehatan. Hal tersebut dinilai penting mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk usia muda yang besar.

Erick menyebut sekitar 125 juta penduduk Indonesia saat ini berusia di bawah 30 tahun. Menurut dia, kelompok usia tersebut nantinya akan memasuki usia lanjut sehingga perlu dipersiapkan agar memiliki kondisi kesehatan yang baik.

"Jumlah itu nantinya akan memasuki usia lanjut dan harus memikirkan kebutuhan pembiayaan kesehatan. Makanya olahraga ini sebuah investasi untuk kesehatan kita nanti," ujarnya.

Erick juga menilai olahraga memiliki dimensi lain yang tidak kalah penting, yakni membangun kebanggaan nasional melalui prestasi atlet.

Menurut dia, ketika bendera Merah Putih berkibar dalam ajang olahraga internasional, hal itu bukan hanya menunjukkan kemenangan atlet, tetapi juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan bangsa.

"Sehingga olahraga bukan biaya, tapi investasi yang bisa memberikan kontribusi luar biasa kepada bangsa," pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub