Minggu, 04 Oktober 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Exco PSSI Pusat: Kongres PSSI Aceh Berjalan Sesuai Statuta

Exco PSSI Pusat: Kongres PSSI Aceh Berjalan Sesuai Statuta

Sabtu, 03 Oktober 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Exco PSSI Pusat, Juni Rahman, menyatakan seluruh proses kongres yang berlangsung di Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu (3/10/2026), telah berjalan sesuai dengan ketentuan dan statuta organisasi. [Foto: dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Persoalan mengenai keabsahan pelaksanaan Kongres Biasa PSSI Aceh untuk pemilihan Ketua PSSI Aceh periode 2026-2030 mendapat penegasan dari PSSI pusat. 

Exco PSSI Pusat, Juni Rahman, menyatakan seluruh proses kongres yang berlangsung di Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu (3/10/2026), telah berjalan sesuai dengan ketentuan dan statuta organisasi.

“Menurut penilaian saya sebagai Exco PSSI Pusat, sudah sesuai dengan statuta. Dalam rangka kongres ini bisa berjalan dengan tertib dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun,” kata Juni.

Menurut Juni, kepatuhan terhadap statuta menjadi hal penting dalam setiap pelaksanaan kongres organisasi sepak bola. Statuta, kata dia, menjadi pedoman bersama agar seluruh proses organisasi, termasuk pemilihan kepengurusan, dapat berlangsung secara tertib, transparan dan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta kongres tidak membawa perbedaan kepentingan di luar mekanisme organisasi. Setiap peserta memiliki hak untuk menyampaikan pandangan dan menentukan pilihan dalam proses pemilihan, namun seluruhnya harus dilakukan dalam koridor aturan PSSI.

Juni menilai perbedaan pandangan maupun pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika sebuah organisasi.

 Perbedaan tersebut, menurutnya, tidak semestinya menjadi alasan untuk menciptakan ketegangan ataupun perpecahan di antara insan sepak bola Aceh.

“Kita berharap semua pihak bisa menjaga suasana kongres tetap kondusif. Perbedaan pilihan itu biasa dalam sebuah organisasi, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut membuat kita terpecah,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya semangat football family atau keluarga sepak bola dalam pelaksanaan kongres. Menurut Juni, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua PSSI Aceh harus tetap mendapat dukungan dari seluruh elemen sepak bola Aceh.

“Semangat kita adalah football family. Kita semua adalah keluarga sepak bola. Jadi, apa pun pilihan kita dalam kongres, setelah proses ini selesai kita harus kembali bersama-sama membangun sepak bola Aceh,” katanya.

Selain meminta peserta menjaga kondusivitas, Juni juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi organisasi. Ia mengatakan, PSSI memiliki aturan yang mengatur agar proses organisasi terbebas dari intervensi pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan organisasi.

Menurut dia, independensi menjadi salah satu prinsip penting dalam menjalankan roda organisasi sepak bola. Setiap keputusan yang diambil melalui kongres harus berdasarkan mekanisme organisasi dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam statuta.

Ia mengingatkan, intervensi terhadap organisasi dapat menimbulkan persoalan dan berpotensi berujung pada konsekuensi organisasi apabila bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

“Statuta PSSI sudah mengatur bahwa tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun yang dapat mengganggu jalannya organisasi. Kalau ketentuan tersebut dilanggar, tentu ada konsekuensi dan sanksi dari asosiasi yang lebih tinggi,” tegasnya.

Karena itu, Juni berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memahami posisi masing-masing dan menghormati proses kongres. Ia meminta agar seluruh agenda dapat diselesaikan melalui mekanisme yang telah disiapkan oleh panitia dan perangkat organisasi.

“Kita harapkan kongres ini bisa berjalan dengan lancar sampai selesai dan tidak ada kendala apa pun,” ujarnya.

Juni juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Kongres PSSI Aceh. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pidie yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

Menurutnya, dukungan pemerintah dan berbagai pihak terhadap pelaksanaan kongres merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan sepak bola di Aceh.

Ia menyebut kehadiran berbagai unsur dalam kongres menunjukkan bahwa sepak bola Aceh memiliki perhatian yang luas. Namun, perhatian tersebut menurutnya harus diarahkan pada upaya membangun organisasi dan prestasi sepak bola secara berkelanjutan.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Pidie dan seluruh peserta yang telah mendukung pelaksanaan kongres ini,” kata Juni.

Juni juga memastikan dirinya akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan kongres hingga selesai. Kehadiran PSSI pusat, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan proses organisasi di tingkat provinsi tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan kongres dengan tertib, mulai dari pembahasan agenda hingga proses pemilihan Ketua PSSI Aceh periode 2026-2030.

Lebih lanjut, Juni mengatakan proses pemilihan Ketua PSSI Aceh harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi sepak bola di tingkat provinsi.

Menurutnya, kepemimpinan yang lahir melalui proses kongres nantinya memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan sepak bola Aceh, baik dari sisi pembinaan usia muda, kompetisi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, maupun prestasi klub dan tim daerah.

Karena itu, ia berharap seluruh peserta tidak hanya melihat kongres dari sisi kontestasi pemilihan, tetapi juga memikirkan agenda sepak bola Aceh dalam jangka panjang.

“Yang paling penting adalah bagaimana setelah kongres ini sepak bola Aceh semakin baik. Siapa pun yang terpilih harus bisa mengakomodasi seluruh elemen dan bersama-sama membangun sepak bola Aceh,” tutupnya. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI