Selasa, 25 Agustus 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kemenkes Kirim 206 Relawan ke NTT Tangani Dampak Gempa Flores

Kemenkes Kirim 206 Relawan ke NTT Tangani Dampak Gempa Flores

Senin, 24 Agustus 2026 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberangkatkan 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026). [Foto: Humas Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberangkatkan 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026), untuk menangani krisis kesehatan pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha melepas para relawan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mereka akan bertugas selama 14 hari di enam wilayah terdampak berat, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Berdasarkan data Pusat Krisis Kesehatan per 23 Agustus 2026, gempa yang terjadi pada 15 Agustus itu berdampak terhadap 1,9 juta jiwa di tujuh kabupaten/kota. Sebanyak 91 orang meninggal dunia, ratusan lainnya luka-luka, dan 161.874 warga mengungsi.

Gempa juga menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan lumpuh sehingga membutuhkan tambahan tenaga medis.

"Saudara berangkat untuk membantu korban, bukan menjadi korban berikutnya. Jangan menganggap kelelahan sebagai tanda pengabdian," kata Kunta.

Ia meminta relawan fokus menangani krisis medis, bekerja sebagai satu tim tanpa memandang latar belakang institusi, serta mengutamakan keselamatan selama bertugas.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Agus Jamaludin mengatakan relawan yang diberangkatkan terdiri dari dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, anak, bedah, dan ortopedi, serta perawat, bidan, dan tenaga farmasi. Mereka akan diperkuat 78 dokter internsip yang telah berada di Flores.

Salah satu relawan, Bidan Istiqomah, mengaku kembali bergabung dalam misi TCK setelah sebelumnya membantu penanganan bencana di Tamiang, Aceh, pada Desember 2025.

"Kalau buat saya, menjadi relawan ini rasanya malah nagih (membuat ketagihan untuk mengabdi)," ujar Istiqomah yang akan bertugas di Nagekeo.

Sementara itu, dokter spesialis ortopedi Muhammad Amir Sahala dari RS Fatmawati akan bertugas di RSUD Borong, Manggarai Timur. Ia mengatakan kebutuhan tenaga medis sangat tinggi, terutama untuk menangani korban yang mengalami cedera akibat reruntuhan.

Kehadiran TCK diharapkan dapat memperkuat tenaga kesehatan setempat sekaligus menjaga layanan kesehatan tetap berjalan hingga kapasitas fasilitas kesehatan di wilayah terdampak kembali pulih. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub