DIALEKSIS.COM | Jakarta - Empat dari enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencatat penurunan titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi pada 8 September 2026.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, secara nasional terdeteksi 397 hotspot high confidence pada 8 September pukul 21.10 WIB. Jumlah itu naik tipis dibandingkan 386 titik sehari sebelumnya.
Di enam provinsi prioritas, Sumatera Selatan mencatat hotspot terbanyak dengan 76 titik, disusul Kalimantan Tengah 63 titik, Kalimantan Barat 12 titik, Riau 8 titik, Kalimantan Selatan 6 titik, dan Jambi 3 titik.
Penurunan paling signifikan terjadi di Kalimantan Barat, dari 31 menjadi 12 titik. Sumatera Selatan juga turun dari 88 menjadi 76 titik.
Sebaliknya, hotspot meningkat di Kalimantan Tengah dari 46 menjadi 63 titik dan Kalimantan Selatan dari 4 menjadi 6 titik.
Kementerian Kehutanan bersama Manggala Agni dan tim gabungan terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman darat, pendinginan, serta operasi udara. Sebanyak 53 armada udara disiagakan, terdiri dari 34 armada water bombing dan 19 armada untuk patroli serta mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
OMC pada 8 September turut mendukung hujan di sebagian Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Namun, pemerintah mengingatkan kondisi karhutla masih dinamis dan masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. [*]