Sabtu, 24 Oktober 2026
Beranda / Berita / Nasional / 109 Juta Warga Sudah Cek Kesehatan Gratis, Kasus TB Mulai Turun

109 Juta Warga Sudah Cek Kesehatan Gratis, Kasus TB Mulai Turun

Sabtu, 24 Oktober 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. [Foto: dok. Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap tiga capaian utama sektor kesehatan selama 2026. Sebanyak 109,3 juta warga telah menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG), 21 rumah sakit baru di daerah tertinggal telah beroperasi, dan estimasi insiden tuberkulosis (TB) untuk pertama kalinya menunjukkan tren penurunan.

109 Juta Warga Ikut CKG

Program CKG telah melayani 109.300.240 orang dari target 130.344.650 sasaran. Jumlah pendaftar mencapai 116.313.018 orang, dengan layanan tersedia di 10.319 Puskesmas atau 99,8% dari total Puskesmas terdaftar.

Program tersebut telah menjangkau seluruh 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi.

Budi mengatakan CKG difokuskan untuk menemukan lebih dini empat faktor risiko utama penyakit tidak menular, yakni hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas.

"Kalau kita bisa mengukur keempat faktor risiko tadi, obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, sama kolesterol tinggi kita bisa menurunkan sampai 80 persen dari kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular," kata Budi.

Warga yang ditemukan memiliki risiko kesehatan mendapat tindak lanjut berupa tata laksana dan pengobatan gratis di Puskesmas.

21 RS Baru Beroperasi

Untuk pemerataan layanan kesehatan, pemerintah membangun 66 RSUD di daerah tertinggal yang sebelumnya berstatus Kelas D.

Sebanyak 22 RSUD masuk batch 1 dan 2 pada 2025. Dari jumlah tersebut, 21 rumah sakit telah rampung 100% dan beroperasi. Sementara 20 RS masuk batch 3 dan 4 tahun 2026, sedangkan 24 RS lainnya dijadwalkan dalam batch 5 dan 6 tahun 2027 dan masih dalam tahap perencanaan.

Sejumlah RSUD kini dilengkapi peralatan seperti mammografi, CT scan, dan cath lab. Namun, ketersediaan tenaga medis masih menjadi tantangan. Baru 34 dari 66 RSUD atau 51% yang memiliki tujuh jenis dokter spesialis dasar secara lengkap.

Estimasi Insiden TB Turun

Capaian lain datang dari penanggulangan TB. Berdasarkan estimasi WHO Global TB Report, insiden TB Indonesia pada 2026 diperkirakan turun menjadi 1.080.000 kasus, dari 1.092.000 kasus pada 2024.

"Hasilnya belum pernah terjadi sebelumnya, angka insiden TB kita turun secara berkelanjutan untuk pertama kalinya," ujar Budi.

Hingga Oktober 2026, sebanyak 666.985 kasus TB telah ditemukan atau 61% dari target 972.000 kasus. Sebanyak 599.425 pasien atau 90% dari target telah memulai pengobatan.

Penemuan kasus diperkuat dengan portable X-ray, mesin tes molekuler Near Point of Care (NPOC), serta integrasi skrining TB dengan CKG. Pemeriksaan juga dilakukan di lapas, pesantren, dan lingkungan kerja.

Sebanyak 40.910 warga binaan lapas dan rutan serta 24.623 santri telah diperiksa. Kemenkes juga menggandeng sektor swasta, termasuk memeriksa 8.914 karyawan dan mitra layanan transportasi daring.

Dari sisi terapi, durasi pengobatan TB terus dipangkas melalui regimen obat modern. Indonesia juga mengikuti uji klinis fase 3 kandidat vaksin TB M72 yang ditargetkan mulai diproduksi pada awal 2029.

"Dulu TB ini minum obatnya panjang sekali, bisa sampai lebih dari 1 tahun. Sekarang turun jadi 12 bulan, turun lagi jadi 6 bulan, yang terakhir kita sudah bisa ada yang bisa 4 bulan," kata Budi. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
esdm 3