Sabtu, 03 Oktober 2026
Beranda / Ekonomi / Neraca Perdagangan Indonesia Agustus 2026 Surplus US$3,55 Miliar, Naik Tajam

Neraca Perdagangan Indonesia Agustus 2026 Surplus US$3,55 Miliar, Naik Tajam

Jum`at, 02 Oktober 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri
Ilustrasi neraca perdagangan. [Foto: net]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mencatat surplus sebesar 3,55 miliar dolar AS, meningkat signifikan dibandingkan surplus pada Juli 2026 yang sebesar 0,12 miliar dolar AS.

Bank Indonesia (BI) menilai peningkatan surplus tersebut menjadi perkembangan positif dalam menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," demikian keterangan Departemen Komunikasi BI, Jumat (2/10/2026).

Surplus neraca perdagangan pada Agustus 2026 terutama bersumber dari peningkatan surplus perdagangan nonmigas serta penurunan defisit perdagangan migas.

Neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus 6,09 miliar dolar AS, naik dibandingkan surplus pada Juli 2026 yang sebesar 3,10 miliar dolar AS.

Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan ekspor nonmigas dan penurunan impor nonmigas.

Ekspor nonmigas pada Agustus 2026 tercatat sebesar 25,62 miliar dolar AS. Kinerja ekspor tersebut terutama ditopang komoditas berbasis sumber daya alam, antara lain nikel dan barang daripadanya, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta logam mulia dan perhiasan atau permata.

Selain itu, ekspor juga didorong produk manufaktur, termasuk berbagai produk kimia.

Berdasarkan negara tujuan, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi kontributor utama ekspor nonmigas Indonesia.

Defisit Migas Menurun

Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas Indonesia pada Agustus 2026 turun menjadi 2,54 miliar dolar AS, dari 2,98 miliar dolar AS pada Juli 2026.

Penurunan defisit tersebut sejalan dengan berkurangnya impor migas dan meningkatnya ekspor migas selama periode tersebut.

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2026 mencatat surplus sebesar 7,25 miliar dolar AS.

BI memandang perkembangan surplus perdagangan tersebut sebagai salah satu faktor yang mendukung ketahanan eksternal perekonomian nasional. Bank sentral juga menegaskan akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI