Beranda / Berita / Dunia / Singapura Longgarkan Pembatasan

Singapura Longgarkan Pembatasan

Jum`at, 11 Juni 2021 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah Singapura bersiap melonggarkan pembatasan terkait Covid karena jumlah infeksi harian telah menurun pada Kamis (10/6/2021). Mulai Senin (14/6/2021), Singapura akan mengizinkan pertemuan sosial lima orang, meningkat dari batas dua orang saat ini. Pembatasan peserta acara dan kapasitas operasi di tempat-tempat seperti perpustakaan umum dan museum juga akan dilonggarkan.

Setelah itu, akan ada pelonggaran pembatasan lebih lanjut mulai 21 Juni 2021. Kegiatan seperti makan di tempat, serta beberapa kegiatan masker di gym dan studio kebugaran, akan diizinkan untuk dilanjutkan dengan beberapa langkah jarak sosial.

Namun, bekerja dari rumah (work from home) akan tetap menjadi standar bagi mereka yang dapat melakukannya. Menteri Keuangan Lawrence Wong, yang mengepalai gugus tugas Covid-19 Singapura, mengatakan negara itu harus siap untuk melihat lebih banyak kasus saat dibuka. Wong mengatakan negara harus melanjutkan upaya vaksinasi dan pengujian untuk mengurangi kelompok besar infeksi di masyarakat.

"Kita harus belajar untuk hidup dengan virus dan kemudian mencoba yang terbaik untuk meminimalkan penularan dan meminimalkan risiko pecahnya kelompok besar," kata Wong pada konferensi pers hari Kamis (10/6/2021), dikutip dari CNBC International.

Singapura mengatakan sekitar 2,5 juta orang atau sekitar 40% dari populasi telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Sementara mulai Jumat (11/6/2021), negara ini akan mengizinkan mereka yang berusia 12 hingga 39 tahun untuk mendaftar vaksinasi.

Wong mengatakan Singapura menargetkan 50% populasinya divaksinasi penuh pada Agustus. Dengan begitu pada Oktober mendatang jumlah penduduk yang telah divaksinasi bisa mencapai 75% atau lebih.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan orang yang divaksinasi yang terkena Covid-19 mengalami gejala yang lebih ringan daripada mereka yang tidak divaksinasi. Ong mengatakan bahwa dari semua kasus sejak 11 April, sekitar 9% orang yang tidak divaksinasi dan terinfeksi membutuhkan oksigen tambahan atau perawatan intensif. Kurang dari 1% dari orang yang divaksinasi lengkap yang terinfeksi membutuhkan oksigen tambahan atau perawatan intensif.

Sebelumnya Singapura memperketat langkah-langkah jarak sosial untuk mengekang peningkatan infeksi Covid-19 lokal sejak Mei lalu. Langkah tersebut mencakup tidak makan di gerai makanan dan minuman dan pertemuan sosial yang lebih kecil.

Infeksi lokal di Singapura telah turun ke level satu digit dalam beberapa hari terakhir. Secara keseluruhan, negara itu telah melaporkan total lebih dari 62.000 kasus infeksi dengan 34 kematian.[CNBC indonesia]

Keyword:


Editor :
M. Agam Khalilullah

riset-JSI
Komentar Anda