Selasa, 04 Agustus 2026
Beranda / Berita / Dunia / Rusia dan Ukraina Saling Serang, 22 Orang Tewas dalam Sehari

Rusia dan Ukraina Saling Serang, 22 Orang Tewas dalam Sehari

Selasa, 04 Agustus 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Seorang petugas polisi memeriksa lokasi serangan Rusia di daerah pemukiman di Zaporizhzhia, Ukraina, pada 2 Agustus 2026 [Foto: Daryna Naumova/EPA]


DIALEKSIS.COM | Moskow - Sedikitnya 22 orang tewas dalam gelombang serangan terbaru antara Rusia dan Ukraina pada Senin (3/8/2026). Masing-masing pihak melaporkan 11 korban jiwa akibat serangan yang terus berlanjut di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Di Rusia, Gubernur Krasnodar Veniamin Kondratyev mengatakan tujuh orang, termasuk tiga anak-anak, tewas setelah puing-puing drone jatuh di kawasan wisata Arkhipo-Osipovka, dekat Gelendzhik. Selain korban tewas, hampir 40 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Sementara itu, Kepala Krimea yang ditunjuk Moskow, Sergey Aksyonov, menyatakan jumlah korban tewas di wilayah Krimea bertambah menjadi empat orang, dengan dua lainnya mengalami luka-luka.

Di wilayah perbatasan Belgorod, Pelaksana Tugas Gubernur **Alexander Shuvaev** juga melaporkan empat warga sipil tewas dan 17 orang terluka akibat serangan yang menghantam sejumlah permukiman.

Di pihak Ukraina, sedikitnya 11 orang juga dilaporkan meninggal dunia.

Tiga korban tewas berasal dari serangan Rusia yang menghantam sebuah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Distrik Kryvyi Rih, wilayah Dnipropetrovsk. Korban di antaranya seorang petugas tanggap darurat dan putranya yang baru berusia delapan tahun.

Gubernur Dnipropetrovsk Oleksandr Hanzha mengatakan serangan tersebut memicu kebakaran hebat yang merusak SPBU beserta sejumlah kendaraan di sekitarnya.

Selain itu, delapan orang lainnya, termasuk dua anak-anak, tewas dalam serangan semalam di wilayah Zaporizhzhia.

Meski Rusia dan Ukraina sama-sama membantah sengaja menargetkan warga sipil, jumlah korban sipil terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Di medan tempur, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya berhasil merebut dua permukiman di wilayah Kharkiv, yakni Bilyi Kolodiaz dan Uspenivka.

Di sisi lain, Ukraina melancarkan serangan drone yang menghantam gudang milik perusahaan e-commerce terbesar Rusia, Wildberries, di Desa Khryastovo, wilayah Vladimir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Wildberries berperan dalam mendukung mesin perang Rusia. Menurutnya, berbagai investigasi independen menemukan perusahaan tersebut menjual barang-barang yang dapat digunakan untuk kepentingan militer, seperti helm tempur bekas, perlengkapan pelindung, rompi antipeluru, hingga kabel serat optik yang digunakan pada drone.

Pekan lalu, Zelenskyy juga bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih. Ia menyebut pertemuan tersebut berlangsung dengan baik dan berharap Washington terus membantu memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina.

Namun, laporan terbaru menyebut Trump menarik kembali rencananya untuk memberikan lisensi kepada Ukraina memproduksi rudal pencegat Patriot, sehingga menimbulkan tanda tanya mengenai kelanjutan dukungan militer Amerika Serikat kepada Kyiv. [Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI