Jum`at, 09 Oktober 2026
Beranda / Berita / Dunia / PM Malaysia Buka Jalan Myanmar Kembali ke ASEAN

PM Malaysia Buka Jalan Myanmar Kembali ke ASEAN

Kamis, 08 Oktober 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Presiden Myanmar Min Aung Hlaing (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) saat pertemuan di Putrajaya, Malaysia [Foto: Biro Informasi Pers Kepresidenan Myanmar melalui AFP]


DIALEKSIS.COM | Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan pemerintahnya akan melakukan segala upaya untuk mendorong Myanmar kembali menjadi bagian dari komunitas ASEAN. Hal itu disampaikan setelah Anwar bertemu Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Kuala Lumpur.

Min Aung Hlaing berada di Malaysia dalam kunjungan selama dua hari. Kunjungan tersebut menjadi yang pertama sejak dia menjabat sebagai presiden Myanmar pada April lalu.

"Kami, pihak Malaysia, akan melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk memastikan peningkatan kerja sama ini dan pada akhirnya menerima Myanmar sebagai bagian dari komunitas bangsa-bangsa kami, tanpa prasangka, khususnya dalam konteks ASEAN," kata Anwar dalam taklimat media, Kamis (8/10/2026).

Myanmar tidak dilibatkan dalam pertemuan politik tingkat tinggi ASEAN sejak kudeta militer 2021. Negara tersebut dinilai belum menunjukkan kemajuan berarti dalam menjalankan konsensus perdamaian yang disepakati ASEAN.

Dalam pertemuan tersebut, Anwar dan Min Aung Hlaing juga membahas pemulangan warga negara Myanmar yang berada di Malaysia. Anwar mengatakan hingga kini sebanyak 10.493 warga Myanmar telah dipulangkan.

Namun, belum jelas apakah warga Rohingya termasuk dalam kelompok yang telah dipulangkan. Minoritas Muslim Rohingya selama ini menghadapi diskriminasi dan tidak diakui sebagai warga negara Myanmar.

Anwar menegaskan proses pemulangan akan dilakukan berdasarkan prinsip sukarela, aman, dan bermartabat.

Sementara itu, Min Aung Hlaing mengatakan Myanmar akan menerima lebih banyak warganya yang saat ini berada di Malaysia "sesegera mungkin".

Kedua pemimpin juga membahas penguatan kerja sama bilateral di sejumlah bidang, termasuk perdagangan, energi, keamanan, dan ekonomi.

Pertemuan tersebut mendapat sorotan dari kelompok hak asasi manusia. Anwar sebelumnya dikritik karena kebijakan pemulangan migran ke Myanmar di tengah konflik yang masih berlangsung.

Human Rights Watch juga mendesak Anwar menekan Min Aung Hlaing untuk menghentikan pelanggaran HAM serta menolak pemulangan paksa terhadap orang-orang yang melarikan diri dari Myanmar. [Aljazeera, Reuters]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI