DIALEKSIS.COM | Jakarta - Persaingan industri air minum dalam kemasan (AMDK) nasional semakin mengerucut pada dua merek besar, yakni Aqua dan Le Minerale. Keduanya menjadi merek yang paling banyak diminati masyarakat berdasarkan hasil riset pasar AMDK yang dilakukan Diskursus Network & Ecosystem.
Riset yang dilakukan terhadap 1.033 outlet di 10 kota besar pada Juni 2026 itu menunjukkan Aqua masih menempati posisi teratas dengan 368 sebutan atau 44,2 persen. Sementara Le Minerale berada di posisi kedua dengan 228 sebutan atau 27,4 persen.
Secara total, Aqua dan Le Minerale menguasai 71,6 persen preferensi responden. Angka tersebut terpaut jauh dari merek lain seperti Vit yang memperoleh 39 sebutan atau 4,7 persen, Cleo 34 sebutan atau 4,1 persen, serta Aquviva 31 sebutan atau 3,7 persen.
Kepala Riset Diskursus Network & Ecosystem, Agustinus Dwianto, mengatakan hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga dalam memilih produk AMDK. Faktor kualitas air, keamanan sumber air, dan kepercayaan terhadap merek justru menjadi pertimbangan utama.
“Berdasarkan survei yang kami lakukan terhadap ribuan responden di berbagai wilayah Indonesia, kami melihat bahwa faktor kepercayaan, keamanan sumber air, dan kualitas menjadi determinan utama dalam pemilihan air minum sehari-hari,” kata Agustinus dalam keterangannya, dikutip Kamis (2/7/2026).
Menurut Agustinus, mayoritas konsumen cenderung memilih merek AMDK yang memiliki rekam jejak panjang serta dinilai mampu menjaga konsistensi kualitas produk.
“Dalam hasil temuan kami, Aqua menjadi merek yang paling dominan dipilih oleh responden, mengindikasikan posisinya sebagai referensi utama dalam kategori air minum dalam kemasan di Indonesia,” ujarnya.
Selain paling diminati secara nasional, Aqua juga tercatat sebagai merek paling laris berdasarkan persepsi pedagang dan outlet. Sebanyak 589 responden atau sekitar 57 persen menyebut Aqua sebagai produk AMDK dengan penjualan tertinggi di tempat mereka berjualan.
Dominasi Aqua juga terlihat di sejumlah daerah. Di Bali, 98 persen responden menyebut Aqua sebagai merek paling laris. Kemudian disusul Solo sebesar 80 persen, Malang 75 persen, Medan 74 persen, Surabaya 66 persen, Makassar 42 persen, dan Balikpapan 41 persen.
Survei tersebut juga menemukan bahwa rasa dan kualitas air menjadi alasan utama konsumen memilih merek AMDK, dengan persentase mencapai 42,5 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan faktor harga yang berada di angka 24,8 persen, serta faktor promosi dan variasi kemasan.
Meski demikian, hasil survei ini merupakan persepsi dan observasi pedagang maupun outlet terhadap merek AMDK yang paling laris dan paling diminati di tempat mereka berjualan. Data tersebut bukan merupakan audit volume transaksi penjualan secara langsung.