Senin, 01 Desember 2025
Beranda / Berita / Aceh / Bank Aceh Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Banjir Lhokseumawe, Disaksikan Mendagri

Bank Aceh Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Banjir Lhokseumawe, Disaksikan Mendagri

Minggu, 30 November 2025 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Dirut PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas bersama Mendagri Tito Karnavian dan Dirjen Adwil menyerahkan bantuan sembako kepada ratusan pengungsi banjir yang ditampung di Kompleks Islamic Center Lhokseumawe, Sabtu siang, 30 November 2025. Foto: humas BAS


DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, menyerahkan bantuan sembako kepada ratusan pengungsi banjir yang ditampung di Kompleks Islamic Center Lhokseumawe, Sabtu siang, 30 November 2025. Bantuan itu diterima Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti, dan disaksikan langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal.

Penyerahan bantuan berlangsung di tengah meningkatnya jumlah warga yang mengungsi akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan utara Aceh selama sepekan terakhir. Pemerintah daerah sebelumnya menyatakan sebagian kecamatan dalam situasi darurat karena akses terputus, pasokan logistik menipis, dan kebutuhan dasar pengungsi meningkat tajam.

Fadhil Ilyas mengatakan kehadiran Bank Aceh Syariah di lokasi pengungsian merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Ia menilai bencana banjir kali ini membutuhkan respons cepat dan kolaborasi banyak pihak.



“Bank Aceh tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Aceh. Banjir ini meninggalkan luka bagi banyak keluarga. Karena itu, kami merasa berkewajiban ikut meringankan beban para pengungsi,” ujar Fadhil.

“Kami akan terus memantau kebutuhan di lapangan. Bila diperlukan, kami siap menambah dukungan untuk membantu pemerintah daerah,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, makanan siap saji, kebutuhan anak-anak, serta sebagian logistik tambahan untuk dapur umum yang dikelola pemerintah setempat.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti, mengapresiasi langkah cepat Bank Aceh yang turun langsung menyalurkan bantuan. Ia menilai dukungan dari perusahaan daerah dan lembaga nonpemerintah menjadi penopang penting dalam masa tanggap darurat.

“Bantuan ini sangat membantu. Pengungsi terus bertambah, dan kebutuhan logistik meningkat setiap hari. Kehadiran Bank Aceh memberikan energi positif bagi kerja-kerja penanganan bencana,” kata Sayuti.

“Kami memastikan distribusi bantuan dilakukan secara merata, terutama bagi anak-anak dan lansia yang paling rentan,” tambahnya.

Sayuti menyebut pemerintah masih terus mengupayakan pembukaan akses jalan yang tertutup banjir dan longsor, serta memindahkan sebagian warga ke lokasi pengungsian tambahan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai penanganan banjir di Aceh membutuhkan koordinasi terpadu antara pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga BUMD seperti Bank Aceh Syariah. Ia menekankan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.

“Saya mengapresiasi inisiatif Bank Aceh. Ini bentuk nyata dari sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Tito.

“Dalam situasi bencana, waktu sangat menentukan. Karena itu, saya meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi agar proses evakuasi, distribusi logistik, dan pelayanan kesehatan berjalan cepat dan tepat,” katanya.



Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal, yang turut hadir, memastikan bahwa pemerintah pusat memantau situasi secara langsung dan terus mendorong percepatan penanganan pada wilayah yang paling terdampak.

Sementara itu, pengungsi di Islamic Center Lhokseumawe masih terus berdatangan. Sebagian dari mereka kehilangan tempat tinggal, sementara lainnya memilih mengungsi karena rumah berada di titik rawan banjir susulan.

Dengan masih tingginya intensitas hujan, pemerintah daerah memperingatkan masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.

Penyerahan bantuan dari Bank Aceh Syariah menambah daftar dukungan yang mengalir ke wilayah-wilayah terdampak. Meski begitu, pemerintah menilai kebutuhan logistik masih jauh dari memadai.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI