Selasa, 01 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / University of Canberra dan USK Perkuat Kerja Sama Joint Degree dan Summer School

University of Canberra dan USK Perkuat Kerja Sama Joint Degree dan Summer School

Selasa, 01 September 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

 Dekan FKIP USK Dr. Amiruddin, M.Si. bersama  Dr. Fiona Richards (Chief Global Engagement Office) University of Canberra. Foto: doc Dialeksis.com


DIALEKSIS.COM | Canberra - Universitas Syiah Kuala (USK) dan University of Canberra (UC), Australia, memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi melalui program joint degree, summer school, mobilitas mahasiswa, hingga kolaborasi riset dan publikasi ilmiah. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya USK memperluas jejaring akademik internasional, khususnya dengan perguruan tinggi di Australia.

Pembahasan kerja sama berlangsung di University of Canberra, Selasa (1/9/2026). Pertemuan ini merupakan pertemuan ketiga setelah dua pembahasan sebelumnya dilaksanakan secara daring.




Delegasi USK terdiri atas Ketua Program Studi Doktor Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana USK Dr. Muhammad Aulia, M.A., M.TESOL., Dekan FKIP USK Dr. Amiruddin, M.Si., serta Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Keuangan FISIP USK Maimun, M.A.

Dari pihak University of Canberra, pertemuan tersebut dihadiri Dr. Fiona Richards dari Chief Global Engagement Office. Ia didampingi Prof. Riyana Miranti selaku Associate Dean Partnership and International serta Prof. Wayne Spratford selaku Dean Graduate Research School University of Canberra.

Pertemuan tersebut turut difasilitasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, Prof. Yuli Rahmawati.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pelaksanaan program joint degree. Program ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik lintas negara melalui sistem transfer dan pengakuan kredit semester.

Kedua universitas juga merancang pelaksanaan summer school secara dua arah. Mahasiswa USK dapat mengikuti kegiatan akademik di Australia. Sebaliknya, mahasiswa Australia berkesempatan mengikuti summer school di USK, Aceh, sekurang-kurangnya selama tiga minggu dengan pengakuan satuan kredit semester (SKS).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra Prof. Yuli Rahmawati menekankan pentingnya membangun kerja sama yang dapat diwujudkan dalam kegiatan konkret dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Menurutnya, kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Australia perlu diarahkan untuk memperluas mobilitas mahasiswa, memperkuat kerja sama riset, serta meningkatkan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa.

Ketua Program Studi Doktor Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana USK Dr. Muhammad Aulia mengatakan kekuatan kerja sama internasional tidak hanya terletak pada kesepakatan yang ditandatangani, tetapi juga pada aktivitas akademik yang benar-benar terlaksana.

“Hal terpenting adalah bagaimana kerja sama ini menghasilkan aktivitas akademik yang nyata. Kita ingin mahasiswa dan dosen memiliki ruang untuk belajar, mengajar, meneliti, serta membangun jejaring akademik secara langsung dengan mitra di Australia,” ujar Aulia.

Ia menilai kerja sama dengan University of Canberra memiliki nilai strategis bagi USK dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

“USK perlu terus memperluas jejaring internasionalnya. Australia merupakan salah satu ekosistem pendidikan tinggi yang sangat penting bagi pengembangan kapasitas akademik, riset, dan mobilitas mahasiswa,” katanya.

Sementara itu, Dekan FKIP USK Dr. Amiruddin menyatakan pihaknya berkomitmen membuka kesempatan bagi sejumlah guru untuk belajar di University of Canberra setiap tahun. Kampus tersebut dinilai memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan dan pengembangan tenaga pendidik.

FKIP USK juga memperoleh kesempatan mengirim mahasiswa semester enam untuk mendapatkan pengalaman mengajar di Australia. Program ini akan difasilitasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, terutama untuk kegiatan pengajaran bahasa dan budaya Indonesia di sekolah-sekolah Australia.

“Mahasiswa harus memiliki pengalaman internasional. Mereka perlu melihat bagaimana pendidikan berlangsung di negara lain, bagaimana guru bekerja, dan bagaimana pembelajaran dikembangkan. Pengalaman tersebut akan menjadi modal penting bagi calon guru kita,” kata Amiruddin.

Kerja sama USK dan University of Canberra sekaligus memperkuat agenda internasionalisasi USK melalui mobilitas mahasiswa dan dosen, pengakuan kredit akademik, pengalaman mengajar di luar negeri, summer school, serta riset dan publikasi bersama.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan antara Aceh dan Australia sekaligus memperkuat posisi USK dalam jaringan pendidikan tinggi internasional. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub