Senin, 07 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Abina Marhaban: Penyaluran Kitab Harus Tepat Sasaran kepada Santri yang Membutuhkan

Abina Marhaban: Penyaluran Kitab Harus Tepat Sasaran kepada Santri yang Membutuhkan

Minggu, 06 September 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Wakil Direktur Pimpinan Dayah Tauthiatuth Thullab (DTB) Arongan, Kabupaten Bireuen, Abina Marhaban Arongan atau Teungku Syekh Marhaban. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Bireuen - Wadir 1 pengurus Dayah Thauthiatut Thullab (DTB) Arongan, Kabupaten Bireuen, Abina Marhaban Arongan atau Teungku Syekh Marhaban, menyambut baik program Pemerintah Aceh dalam penyaluran kitab kepada dayah dan santri.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu, khususnya bagi santri dari keluarga kurang mampu yang kesulitan membeli kitab sebagai kebutuhan utama dalam proses pembelajaran di dayah.

Penyaluran kitab ini sangat membantu, terutama bagi santri yang memang kurang mampu untuk membeli kitab,” kata Abina Marhaban kepada Dialeksis.com, Minggu (6/9/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan kitab di dayah cukup beragam karena setiap tingkatan pendidikan menggunakan kitab yang berbeda sesuai dengan kurikulum. Tidak sedikit kitab yang memiliki harga cukup mahal, bahkan terdiri dari beberapa jilid.

“Banyak kitab lain yang dibutuhkan sesuai dengan kurikulum. Ada kitab-kitab yang harganya mahal, apalagi kitab yang beberapa jilid. Ini tentu menjadi beban bagi santri yang tidak mampu,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta agar penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di masing-masing dayah, bukan hanya berdasarkan jumlah lembaga penerima.

Menurutnya, kondisi ekonomi santri di setiap dayah berbeda. Ada lembaga yang banyak memiliki santri dari keluarga mampu, sementara sebagian lainnya menampung lebih banyak santri dari keluarga kurang mampu.

“Jangan hanya melihat dayahnya saja. Yang harus dilihat juga adalah kondisi santri, apakah mereka mampu membeli kitab atau tidak,” katanya.

Ia mengusulkan pemerintah melalui dinas terkait berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan pimpinan dayah untuk melakukan pendataan serta survei. Langkah tersebut dinilai penting agar santri yang benar-benar membutuhkan dapat diprioritaskan.

“Harus ada survei dan pendataan terhadap dayah-dayah. Jangan sampai yang mendapatkan bantuan justru mereka yang mampu membeli kitab, sementara yang tidak mampu malah tidak mendapatkannya,” tegasnya.

Abina Marhaban menambahkan, kebutuhan kitab semakin besar pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Santri tingkat lanjutan, kata dia, membutuhkan kitab-kitab tertentu yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

“Dari kelas satu, dua, tiga sampai kelas berikutnya, kebutuhan kitab berbeda. Untuk kelas-kelas yang lebih tinggi, ada kitab yang harganya sampai jutaan rupiah,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi keluarga santri yang memiliki keterbatasan ekonomi. Sebab, selain memenuhi kebutuhan kitab, orang tua juga harus menanggung kebutuhan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari anak mereka.

Abina Marhaban menyebutkan, Dayah Tauthiatuth Thullab (DTB) Arongan saat ini memiliki sekitar 2.000 santri putra dan putri.

Selain pendidikan dayah salafi, DTB juga mengembangkan pendidikan formal untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Pendidikan SMPs didirikan setelah tsunami Aceh, sementara pendidikan SMAs mulai berdiri pada 2008.

Dengan jumlah santri yang mencapai sekitar 2.000 orang, kebutuhan terhadap sarana pendidikan, termasuk kitab, juga cukup besar.

“Santri di sini sekitar dua ribu lebih, putra dan putri. Jadi kebutuhan kitab juga cukup banyak,” katanya.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap kebutuhan kitab merupakan bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan dayah. Ia berharap program tersebut terus dilanjutkan dengan mekanisme distribusi yang semakin baik.

“Dayah sangat membutuhkan perhatian pemerintah, terutama dalam mendukung pendidikan santri. Kami sangat mendukung program ini karena sangat bermanfaat bagi santri,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas perhatian yang diberikan kepada dayah dan santri.

“Terima kasih kepada pemerintah atas perhatian kepada dayah dan santri. Harapan kami, program ini terus berjalan dan penyalurannya benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub