Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Parlemen Kita / Laporan Pansus DPRA Dapil 2 (Pidie & Pidie Jaya)

Laporan Pansus DPRA Dapil 2 (Pidie & Pidie Jaya)

Minggu, 15 Juli 2018 09:00 WIB


DIALEKSIS.COM| Pembentukan dan pelaksanaan Pansus Dapil sebagai sebuah instrumen Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dalam melaksanakan tupoksinya serta untuk memenuhi kewajiban untuk melakukan peninjauan hasil pelaksanaan pembangunan pada Tahun Anggaran 2017 yang merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan BPK RI.

keberadaan Pansus Dapil ini menjadi media pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang dalam bidang pengawasan pada sebuah siklus anggaran.

untuk selanjutnya tehnis pelaksanaan Pansus Dapil DPR Aceh Tahun 2018 dibentuk dengan keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Nomor: 26/ PMP/ DPRA/ 2018 tentang Susunan Personalia Panitia Khusus Daerah Pemilihan DPR Aceh Tahun 2018 terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, yang bertugas melakukan kunjungan kerja ke masing-masing Dapil dan khusus Dapil II melakukan tugas ke Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya. 

Laporan ini bertujuan untuk melaksanakan evaluasi terhadap program/ kegiatan yang tertuang dalam rekam jejak kegiatan strategis APBA Tahun Anggaran 2017. Sesuai dengan amanah yang tertuang di dalam Surat Keputusan tersebut, maka Pansus Dapil II   telah melaksanakan tugas sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam rapat Badan Musyawarah DPR Aceh yaitu mulai tanggal 27 Mei s.d 2 Juni 2018.


II.     HASIL PENINJAUAN KEGIATAN STRATEGIS APBA 2017

1.      KABUPATEN PIDIE

Adapun peninjauan kegiatan strategis APBA tahun 2017 di Kabupaten Pidie, diantaranya kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh dinas-dinas terkait, dapat kami uraikan sebagai berikut:


A.  DINAS KESEHATAN

Pekerjaan pada  lingkup Dinas Kesehatan yang ditinjau oleh Tim Pansus yaitu :


1.  Pembangunan RSUD Pidie

Pembiayaan  kegiatan ini bersumber dari dana Otsus Aceh dengan nilai kontrak Rp. 29.438.338.000,- (Dua puluh sembilan milyar empat ratus tiga puluh delapan juta tiga ratus tiga puluh delapan ribu rupiah)  Hasil akhir : terwujudnya bangunan gedung dengan konstruksi berlantai 4 (empat) dengan luas 59 x 59 Meter, Berdasarkan pengamatan di lokasi dapat kami sampaikan bahwa;

a. Secara fisik pekerjaan ini telah dilaksanakan dengan kondisi relatif baik, dari penjelasan kepala Dinas Kesehatan Aceh yang sekaligus juga sebagai penanggung jawab proyek ini,  bahwa  bangunan ini direncanakan akan digunakan untuk gedung Diagnotic Center RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, Kegiatan pembangunan ini adalah pekerjaan tahap ke dua, dimana pada tahap pertama, telah diselesaikan struktur pondasi dengan anggaran 15 Milyar lebih yang dilaksanakan pada tahun 2016, untuk peningkatan fungsi bangunan ini  juga
diprogramkan anggaran sebesar 22 Milyar pada tahun 2018 yang sampai saat ini masih dalam proses tender .

b. Menurut pengamatan Tim Pansus item pekerjaan sudah dilaksanakan dengan maksimal, walaupun pada beberapa sisi, masih terkesan kurang  rapi  dalam  pekerjaannya, hal  ini  perlu  perhatian  Dinas Kesehatan Aceh agar menyampaikan kepada pihak rekanan untuk segera memperbaikinya.

c. Pada kesempatan ini kami juga telah melihat kondisi gedung secara detail dan menyeluruh, dan ternyata bangunan ini masih banyak item pekerjaan yang belum tersedia dana, seperti plafon, lantai, instalasi listrik, lift dan pekerjaan pengecatan, dan dapat dikatakan kondisi bangunan saat ini belum fungsional, sekaitan dengan program unggulan Gubernur Aceh “ Aceh Sejahtera “ , kami meminta kepada Saudara Gubernur Aceh menugaskan Dinas Kesehatan Aceh segera menyusun dan merencanakan anggaran lanjutan secara menyeluruh pada Tahun Anggaran 2019 untuk tahap penyelesaikan akhir pembangunan Gedung RSU Tgk Chik Di Tiro sampai dengan sempurna dan fungsional, sehingga harapan kita bersama   dapat terwujudnya bangunan yang refresentatif yang akan menunjang pelayanan kesehatan yang paripurna untuk masyarakat Kabupaten Pidie dan sekitarnya.


B. DINAS PENDIDIKAN ACEH

Objek kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan yang ditinjau oleh
Pansus Dapil II DPR Aceh, antara lain :



Rehabilitasi Kantor PPMG Wilayah II Sigli.

Pembiayaan Pembangunan ini bersumber dari dana Otsus Aceh tahun 2017, dengan nilai kontrak Rp. 1.266.551.400,- (Satu milyar dua ratus enam puluh enam juta lima ratus lima puluh satu ribu empat ratus rupiah). Hasil akhir : terwujudnya gedung kantor yang representatif dengan pekerjaan yang dilakukan antara lain penimbunan, pengecatan dan penataan taman, secara umum terhadap kegiatan ini sudah dilaksanakan dengan baik dan sudah fungsional.


C.  DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG ACEH

Adapun pada dinas ini, Pansus Dapil II DPRA Tahun 2018, meninjau beberapa kegiatan pembangunan sebagai berikut :

1. Pemeliharaan Berkala Jalan Batas Aceh Besar – Tibang

Kegiatan  ini sudah dilaksanakan dengan baik dengan menggunakan sumber  Dana  Alokasi  Khusus  (DAK),  dengan  nilai  kontrak  Rp.13.626.637.000,- (Tiga belas milyar enam ratus dua puluh enam juta enam ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah) dengan hasil akhir jalan hotmix AC – BC sepanjang 6, 3 Kilo Meter dengan lebar 6 Meter.

Menurut pengamatan Pansus sudah dilaksanakan dengan baik dan fungsional, namun demikian dalam kesempatan ini, PPTK yang mendampingi Tim Pansus menyampaikan permasalahan kepada kami, bahwa kelanjutan jalan ini sedianya sudah diprogramkan anggarannya pada tahun 2018, namun ada sebagian dari rencana pembangunan jalan yang melintasi pembangunan pabrik semen, mereka mengklaim bahwa sebagian jalan ini masuk ke rencana pembangunan pabrik semen, sehingga program pembangunan jalan yang telah diprogramkan akan terkendala, untuk menyikapi persoalan ini kami minta Saudara Gubernur Aceh segera menyelesaikan permasalahan ini.


2. Pembangunan Jalan Strategis Crueng – Rungkom

Jalan ini dibangun dengan anggaran Rp. 1. 955.500.000,-( Satu milyar sembilan ratus  lima  puluh  lima  juta  lima  ratus  ribu  rupiah)  yang  menggunakan dana  Otsus  Aceh  dengan  hasil  jalan  hotmix  AC-BC sepanjang 1 km x 4 km, sudah dilaksanakan dengan baik.



3. Pembangunan Jembatan Genting

Pada saat Tim Pansus meninjau ke lokasi menemukan bahwa kegiatan ini   sudah   dilaksanakan   dengan   baik,   dengan   anggaran   Rp. 6.328.819.000,-(Enam milyar tiga ratus dua puluh delapan juta delapan ratus sembilan belas ribu rupiah) dengan bersumberkan dana Otsus Aceh, dengan hasil akhir lanjutan jembatan rangka baja : 50 Meter X 6 Meter (rangka baja, lantai, oprit dan aspal).


4.  Peningkatan Jalan Sigli – Kb. Tanjong – Teupin Raya

Sumber pembiayaan kegiatan ini menggunakan dana Otsus Aceh Tahun Anggaran 2017, dengan nilai kontrak Rp. 2.955.650.000,- (Dua milyar sembilan ratus lima puluh lima juta enam ratus lima puluh ribu rupiah). Hasil akhir adalah jalan hotmix AC – BC dengan panjang 2,4 Kilo Meter  dan lebar 6 Meter. Pada saat kami ke lokasi proyek ini sudah selesai dilaksanakan dengan baik dan fungsional.



D. DINAS PENGAIRAN

Adapun peninjauan Tim Pansus, terkait realisasi pembangunan pada DinasPengairan, adalah sebagai berikut :



1.  Pembangunan Jetty TPI Kuala Ie Leubeu (lanjutan)

Pembiayaan kegiatan ini menggunakan dana Otsus Aceh tahun 2017, dengan nilai kontrak Rp. 1.498.380.000.- (Satu milyar empat ratus sembilan puluh delapan juta tiga ratus delapan puluh ribu rupiah), berdasarkan hasil peninjauan ke lokasi dapat kami jelaskan kondisi akhir sebagai berikut :
Bahwa jetty sudah dilaksanakan dengan baik yaitu pasangan batu boulder sepanjang 40 meter


2. Pengamanan Tebing Sungai Krueng Tiro di Gampong Tanjong Krueng

Pada saat Tim Pansus meninjau lokasi melihat kegiatan ini sudah dilaksanakan dengan baik, dengan anggaran yang tersedia sebesar Rp.1.461.813.000,- (Satu milyar empat ratus enam puluh satu juta delapan ratus tiga belas ribu rupiah), dengan menggunakan dana Otsus Aceh dan   telah selesai dibuat pengaman tebing pasangan batu boulder sepanjang 100 M.


3. Pengamanan Tebing Sungai Krueng Baro di Gampong Blok Sawah

Kegiatan Peningkatan Jaringan Irigasi dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp. 2.596.750.000,- (Dua milyar lima ratus sembilan puluh enam juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) dengan sumber dana Otsus Aceh sudah selesai dilaksanakan, namun pada saat  Tim Pansus mengamati kondisi sekitar lokasi kegiatan, kami melihat ada ratusan meter tebing sungai yang terancam erosi, maka dalam kesempatan ini mengharapkan Saudara Gubernur untuk menganggarkan program kegiatan lanjutan pengaman tebing sungai di Gampong Blok Sawah, Kabupaten Pidie pada tahun yang akan datang.


4. Pengaman Pantai Ujong Pie

Dari data rekam rejak yang disampaikan kepada Pansus Dapil II, pekerjaan  ini dikerjakan dengan anggaran Rp. 3.826.610.000,- (Tiga milyar delapan ratus dua puluh enam juta enam ratus sepuluh ribu rupiah), dengan menggunakan dana otsus Aceh dan dengan hasil akhir pasangan batu boulder sepanjang 200 M.
Dari pengamatan di lapangan sudah selesai dikerjakan dengan baik.


E. DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA ACEH

Kegiatan yang kami tinjau adalah :


Renovasi Bumi Perkemahan Pramuka Seulawah Aceh

Kegiatan ini dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp. 4.868.300.000,- (Empat milyar delapan ratus enam puluh delapan juta tiga ratus ribu rupiah), dengan menggunakan dana Otonomi Khusus Aceh, item pekerjaan yang dilaksanakan adalah rehap atap, plafon dan pengecatan. Terkait dengan peninjauan ini dapat kami sampaikan :

  • Bahwa pendamping  yang ditugaskan tidak membawa dokumen kontrak,  dan  tidak  dapat  menjelaskan  secara  lebih    detail terhadap pekerjaan yang dilakukan.
  •  Terkait hal ini, kami Tim Pansus dapil II merasa kecewa dengan kondisi seperti ini, secara kasat mata ada sejumlah permasalahan pada kegiatan ini antara lain :

  • Walaupun ada beberapa kegiatan yang kami amati sudah dilaksanakan,ada hal-hal lain yang perlu kami tanggapi, menurut kami pembangunan di komplek ini dapat kami simpulkan kurang bermanfaat dan tidak memberikan out put dan out come yang jelas, dengan gambaran kondisi di lokasi yang tidak terurus, tidak terawat dan banyak kotoran  binatang ternak serta banyak material gedung yang hilang


,hal lain yang sangat mengherankan adalah dari keterangan pendamping Dispora Aceh menyampaikan tidak ada even yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 , tentu hal ini makin menguatkan indikasi, bahwa program yang dilaksanakan pada tahun 2017 yang lalu tanpa didahului oleh perencanaan yang matang, yang pada akhirnya terasa pembangunan kurang bermanfaat.

Setelah kami lihat kondisi seperti ini, hendaknya kepada Dispora Aceh harus lebih inovatif dan mengambil inisiatif mencarikan solusi untuk pemanfaatan bumi perkemahan seulawah, yang sudah dibangun dengan dengan dana yang cukup besar baik APBN maupun APBA, selanjutnya kami menyarankan setiap usulan program yang disampaikan oleh Dinas terlebih dahulu di evaluasi oleh Bappeda Aceh, untuk menghindari program yang kurang bermanfaat, yang tidak jelas output dan outcome .





2.  KABUPATEN PIDIE JAYA

Seterusnya, izinkan kami melaporkan peninjauan kegiatan strategis APBA tahun 2017 di Kabupaten Pidie Jaya, yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait, dapat kami jelaskan sebagai berikut :


A.  DINAS PENGAIRAN ACEH

Adapun peninjauan pada Dinas Pengairan Aceh terkait kegiatan dan pelaksanaan proyek pembangunan, yaitu;

1.  Peningkatan   Saluran   D.I.Alue   Baroh,   Gampong   Mesjid Trienggadeng.

Pembiayaan kegiatan bersumber dari dana Otsus Aceh Tahun Anggaran 2017, dengan nilai kontrak Rp.719.790.000,- (Tujuh ratus sembilan belas juta tujuh ratus sembilan puluh ribu rupiah), dengan hasil akhir saluran 323 meter, yang dlilaksanakan oleh CV. AL-AMIN BARONA

Pada saat Tim Pansus Dapil II meninjau lokasi kegiatan, dapat kami sampaikan, antara lain:

a. Pada data rekam rejak yang disampaikan kepada Pansus Dapil II, pekerjaan telah dilaksanakan dengan baik dan fungsional, ternyata pada  saat  kami  ke  lokasi  mendapati, dimana  lebih  dari  100 (seratus) meter saluran telah ambruk, padahal pekerjaan ini baru siapkan beberapa bulan yang lalu, hal ini harus menjadi perhatian Dinas Pengairan Aceh, hendaknya saluran ini segera diperbaiki kembali, untuk digunakan oleh masyarakat petani yang berada sekitar proyek.

b. Oleh karena itu Pansus Dapil II meminta kepada Saudara Gubernur Aceh untuk memerintahkan Dinas Pengairan Aceh untuk segera memberitahukan rekanan proyek tersebut agar memperbaiki saluran tersebut.



2.  Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Meureudu


Pada saat Tim Pansus meninjau ke lokasi, bahwa kegiatan ini sudah dilaksanakan, program ini menggunakan dana Otsus Aceh dengan anggaran Rp.1.447.950.000,-(Satu milyar empat ratus empat puluh tujuh juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah), dengan hasil akhir saluran sepanjang 144 meter.

Secara umum sudah dilaksanakan dengan baik, namun pada beberapa meter bagian lantai sudah mengalami kerusakan, untuk ini kami meminta Saudara Gubernur Aceh memerintah Dinas Pengairan Aceh menghubungi rekanan yang melaksakan kegiatan ini segera memperbaikinya.


3.  Peningkatan Embung Paya Sepat Gampong Dee

Dari data  yang disampaikan oleh Dinas pengairan Aceh, kegiatan dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp. 1.556.578.000,- (Satu milyar lima ratus lima puluh enam juta lima ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah), dengan hasil akhir pekerjaan normalisasi genangan 1,5 Hektar, timbunan tanggul 370 meter dan lining tanggul 22 meter, dari hasil pengamatan kami di lapangan sudah selesai dilaksanakan dengan baik.


4.  Pengendalian banjir dan Pengaman Tebing Krueng Agam – Krueng Inong

Pada saat Tim Pansus meninjau ke lokasi, bahwa kegiatan ini sudah dilaksanakan dengan baik, program ini menggunakan dana Otsus Aceh dengan anggaran Rp.5.546.200.000,-(Lima milyar lima ratus empat puluh enam juta dua ratus ribu rupiah), dengan hasil akhir pasangan batu bolder sepanjang 455 meter.

Secara umum sudah dilaksanakan dengan baik, namun pada kesempatan ini kami sampaikan bukan pada permasalahan tentang kegiatan, namun kami harapkan kepada Gubernur Aceh melalui Bappeda Aceh untuk dapat memprioritaskan pembangunan yang lebih mendesak, dengan mementingkan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat .



B. DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG ACEH.


1.Pembangunan Jembatan Prestress Kiran Krueng Jangka Buya

Berdasarkan data rekam jejak pembangunan jembatan ini menggunakan dana  Otonomi  Khusus  Aceh  dengan  anggaran Rp.  4.602.000.000,- (Empat milyar enam ratus dua juta rupiah). Dengan hasil akhir satu unit jembatan komposit dengan panjang 19,6 meter dan lebar 7 meter, jalan hotmix AC – BC dengan panjang 250 Meter dan lebar 6 Meter, dan talud sungai 40 Meter.

Pada saat tim pansus ke lokasi, kegiatan ini sudah dilaksanakan , namun pada kedua sayap oprit, timbunan turun beberapa sentimeter, untuk ini kami harapkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk menghubungi rekanan untuk segera memperbaikinya.


2. Pembangunan Jembatan Abeuk Kumuta.

Kegiatan pembangunan ini menggunakan anggaran Rp. 1.487.190.000,- ( Satu milyar empat ratus delapan puluh tujuh juta seratus sembilan puluh ribu rupiah), yang bersumberkan dari dana Otsus Aceh, dengan hasil hasil akhir Jembatan Komposit: 13, 6 M x 9 M, namun saat ini yang dibangun 1 unit abutment, 1 unit pemancang abutment dan belum fungsional,
Terkait  kegiatan  ini,  Tim  Pansus  ingin  menyampaikan bahwa,  ada

sejumlah persoalan yang timbul akibat pekerjaan ini antara lain :

  • Sebagian besar jaringan PDAM terputus, akibatnya ratusan warga Ulim tidak dapat menikmati air bersih, maka kami minta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh melalui rekanan pelaksana CV Global Aceh untuk segera melakukan penyambungan pipa air bersih dimaksud.
  • Persoalan lain yang perlu diperhatikan adalah kelanjutan program pembangunan Abeuk Kumuta ini, dalam hal ini kami tidak menginginkan kejadian yang sama pada beberapa tahun yang lalu, dimana pembangunan jembatan tidak diprogramkan berkelanjutan, , sehingga akan proyek terbengkalai dan menjadi sia-sia, untuk ini kami Saudara Gubernur Aceh untuk segera menganggarkan lanjutanPembangunan Jembatan Abeuk Kumuta Ulim pada tahun 2019.


3. Pembangunan Jalan Simpang Pangwa – Dayah Pangwa

Pada saat Tim Pansus meninjau ke lokasi menemukan bahwa kegiatan ini sudah dilaksanakan dengan baik dan sudah fungsional, dengan anggaran Rp. 4. 658.000.000,-(Empat milyar enam ratus lima puluh delapan juta rupiah) dengan bersumberkan dana Otsus Aceh, dengan hasil akhir Jalan Hotmix AC-BC : 1.504 Meter x 7 Meter.


4. Pembangunan Jalan Simpang Rajawali Beuracan – Krueng Tije

Berdasarkan data rekam jejak yang disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, kegiatan ini dilaksanakan dengan anggaran Rp. 1.408.703.000,- (Satu milyar empat ratus delapan juta tujuh ratus tiga ribu rupiah) dengan hasil akhir jalan hotmix AC-BC sepanjang 403 X 5 Meter dan perkerasan urpil 810 X 6 meter.

Pada saat Tim Pansus meninjau kegiatan ini, memang sudah dilaksanakan dengan baik dan sudah fungsional, permasalahan lain terkait pembangunan jalan ini adalah beberapa kilometer ke arah ujung jalan ini terkait dengan hutan lindung dan ini harus melibatkan Gubernur Aceh untuk menyelesaikannya, juga dalam kesempatan ini kami ingin menyampaikan bahwa sepanjang jalan ini yang sudah dilaksanakan pada tahun anggaran yang lalu sudah hancur dan pada beberapa titik banyak berlubang, untuk kami harapkan kepada Gubernur Aceh untuk menyelesaikan permasalahan terkait hutan lindung  dan menugaskan Dinas PUPR Aceh untuk dapat mendata dan memprioritaskan penganggaran untuk pemeliharaan jalan yang rusak, seperti pada jalan yang yang kami tinjau ini.


D. DINAS TENAGA KERJA DAN MOBILITAS PENDUDUK ACEH

Kegiatan yang di tinjau oleh Tim Pansus pada Dinas ini adalah :

1.Penyiapan       Prasarana       dan       Sarana       Pemukiman Transmigrasi Lhok Gugop Gampong Kumba.

Pembiayaan kegiatan bersumber dari dana Otsus Aceh tahun 2017, dengan  anggaran  Rp.1.888.000.000,- (Satu  milyar  delapan  ratus delapan puluh delapan juta rupiah), dengan hasil akhir rumah type 36 sebanyak 20 unit, jalan urpil 1 KM dan plat 1 unit, pada saat tim Pansus ke lokasi sudah dilaksanakan dengan baik dan fungsional.

Selanjutnya Tim Pansus menekankan kepada Gubernur Aceh untuk menugaskan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh untuk menyeleksi yang berhak menempati rumah di lokasi tersebut dengan memprioritaskan  masyarakat  setempat,  yang  serius  dan  mohon dianggarkan jadup untuk tahun pertama.



Editor :
HARISS Z

universitas teuku umar
Komentar Anda