Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Nasional / Politikus PDIP Minta Isu Indonesia Bubar 2030 Tak Perlu Dibesar-besarkan

Politikus PDIP Minta Isu Indonesia Bubar 2030 Tak Perlu Dibesar-besarkan

Minggu, 25 Maret 2018 11:00 WIB

Ilustrasi: net

Dialeksis.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu menilai isi Novel Ghost Freet karya P.W Singer yang menyebut Indonesia tidak akan ada lagi pada tahun 2030 mendatang, tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, kata Masinton, Indonesia didesain untuk selama-lamanya.

"Lihat saja perjalanan sejarah bangsa kita. Jadi negara bangsa Indonesia kita ini didesain untuk selama-lamanya," ujar Masinton di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/3/2018).

Salah satu contoh bahwa Indonesia didesain untuk selama-lamanya itu, kata dia, adalah momentum kebangkitan nasional. Momentum berikutnya, lanjut dia, terkait sumpah pemuda.

"Kemudian momentum berikutnya adalah ketika kita merumuskan dasar negara Indonesia merdeka dalam sidang BPUPKI itu Bung Karno menyampaikan pokok-pokok pikirannya tanggal 1 Juni 1945 itu, kalau Indonesia merdeka itu dasar-dasarnya yang disebut dengan Pancasila itu," ujar anggota komisi III DPR ini.

Lalu, lanjut dia, Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Sehari setelahnya, kata dia, Undang-undang Dasar (UUD) 1945 lahir.

Masinton menambahkan, Bab Pembukaan UUD 1945 itu pun sudah dijelaskan tentang tujuan bernegara, yakni masyarakat adil dan makmur.

"Jadi kalau ada yang berpandangan bahwa Indonesia akan bubar 2030, menurut saya itu juga terlalu pesimis. Meskipun itu yang dikutip kan sumbernya dari intelijen asing," katanya.

Legislator asal daerah pemilihan DKI Jakarta II ini mengungkapkan bahwa sebenarnya pihak asing sudah lama membuat skenario Indonesia bubar. "Bahkan diawal-awal kita merdeka juga skenario asing terhadap Indonesia untuk bubar itu juga sudah ada," ujarnya.

Namun, lanjut dia, kekuatan rakyat beserta pemimpinnya mampu mengatasi skenario pihak asing tersebut. "Jadi kalau ada pemimpin yang mengatakan mengutip asing tadi itu, itu menurut saya enggak perlu dibesar-besarkan. Enggak perlu sampai dibilang wah ini bubar, apa segala macam," katanya. (Baca: Soal Indonesia Bubar 2030, Gerindra: Itu Warning dari Prabowo)

Diketahui, video pidato Prabowo Subianto yang mengutip buku Ghost Freet itu diunggah di akun resmi Facebook Gerindra. Berikut penggalan pernyataannya :

"Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini. Tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030. Bung! Mereka ramalkan kita ini bubar, elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, enggak apa-apa."

(ysw/SINDONEWS)


Editor :
HARIS M

universitas teuku umar
Komentar Anda