Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Nasional / Pengamat : OSO Masih Sah Pimpin HANURA

Pengamat : OSO Masih Sah Pimpin HANURA

Kamis, 18 Januari 2018 18:18 WIB


Oesman Sapta Odang dan Wiranto - Foto Media- Ist


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pengamat Politik dan Hukum menyebutkan Oesman Sapta Odang (OSO) masih sah memimpin Hanura, " sejauh ini Oso masih sah pimpin Hanura, " kata , Erlanda Yuliansyah, SH MH kepada dialeksis.com

Erlanda memaparkan adanya munaslub yang dilakukan Syarifudin Sudding cs adalah dinamika partai saja, namun Hanura menurutnya masih sah pada kepemimpinan Oso, ditempat terpisah Kamis tanggal 18 Jan 2018 pukul 08.30 WIB bertempat di kantor DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) jln Hankam Raya 69 Cipayung Jakarta Timur. Kubu “Ambhara” yang dipimpin Syarifudin Sudding cs menggelar Munaslub yg diikuti 27 dari 34 DPD dan 418 dari 512 DPC seluruh Indonesia, dimana Marsdya (Purn) Daryatmo di daulat sebagai ketua umum (ketum) DPP Hanura yang selama ini dibawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang (OSO).

 Sementara itu Kubu “Manhattan” yang dipimpin OSO tidak mempermasalahkan digelarnya Munaslub itu, Oso bahkan ia mempersilahkan Wiranto untuk mengambilalih ketum partai Hanura menggantikan dirinya.

Sebelumnya Oesman Sapta Odang yang akrab dipanggil OSO beberapa waktu yang lalu memecat Sekretaris jenderal Syarifudin Sudding dan mengganti Herry Lotung sebagai Sekjen yang baru. Sedangkan Sudding memecat OSO dan menunjuk Marsdya (Purn) Daryatmo sebagai plt Ketum Partai Hanura.

Menurut Erlanda, dualisme kepengurusan DPP Hanura dimana perpecahan disinyalir adanya pemecatan 6 ketua DPD oleh ketum OSO tanpa alasan yang jelas dan adanya masalah perbedaan dukungan antara DPD dan DPP. "selain soal dukungan di Purwakarta," kata Erlanda.

Dinamika Partai

Sementara itu Amir Faisal Nek Muhammad, putra Aceh yang juga salah satu pendiri Partai Hanura mengatakan “bahwa perpecahan di tubuh pengurus DPP Hanura merupakan dinamika partai politik dan hal ini sebenarnya hanya untuk konsumsi internal bukan publik, persoalannya sangat sederhana yaitu leadership” ujarnya kepada dialeksis.com.

Ia juga mengatakan “kedua kubu saling pecat dan mengklaim telah melanggar AD/ART partai, arahan dewan pembina DPP bapak Wiranto bahkan melarang adanya upaya saling memecat antar kubu” ujarnya.

Amir berharap kedua kubu harus melepaskan ego masing-masing dan tunduk kepada  arahan dewan pembina selaku ketua dewan pendiri. Partai yang didirikannya pada akhir tahun 2006 itu bertujuan untuk mensejahterakan rakyat bukan justru membuat kegaduhan ditubuh partai sendiri. "akan ada rekonsiliasi di tubuh pengurus namun belum ada konsensus di kedua kubu." sebut Pendiri HANURA itu

Berdampak

Dilain pihak M. Fauzan Febriansyah pengurus DPD Partai Hanura Aceh yang juga ketua Bappilu Aceh mengatakan “Bahwa apa yang terjadi di DPP Hanura berdampak ke daerah bukan hanya Aceh bahkan secara Nasional”, dia juga mengkritisi adanya proses Munaslub yang digelar hari ini “Seharusnya ada Rapimnas yang menghadirkan kedua belah pihak bukan hanya satu pihak saja” sebutnya. (b)


Reporter :
Benny
Editor :
Jaka Rasyid

Komentar Anda