Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Dunia / Mehreen Faruqi, Perempuan Muslim Pertama di Kursi Senat Australia

Mehreen Faruqi, Perempuan Muslim Pertama di Kursi Senat Australia

Kamis, 16 Agustus 2018 10:31 WIB


DIALEKSIS.COM I New South Wales - Mehreen Faruqi bergabung ke senat Australia sebagai anggota Muslim perempuan pertama, Faruqi terpilih pada saat negara ini sedang menghadapi perdebatan sengit terkait rasisme.

Faruqi yang dilahirkan di Pakistan mengatakan kepada BBC bahwa "masa depan Australia akan menjadi lebih kuat karena keberagaman kami".

Dia bersama keluarga kecilnya meninggalkan Pakistan dan memutuskan untuk menetap di Australia sejak tahun 1992 . Dan sebelum terjun ke dunia politik, dia memiliki karier cemerlang sebagai akademisi dan memiliki gelar doktor di bidang lingkungan. 

Pemilihan dirinya sebagai anggota parlemen pada tahun 2013 menjadikannya sebagai perempuan Muslim pertama yang mencapai jabatan politik di Australia.

Kepada BBC dia mengatakan bahwa dirinya akan menggunakan perannya sebagai senator untuk memperjuangkan "masa depan positif bagi Australia di mana kami menjadi lebih kuat karena keberagaman kami".

Pada pidato perpisahannya kepada para anggota parlemen New South Wales hari Selasa (14/08), dia membicarakan tentang terus berlangsungnya "trolling beracun, rasis dan seksis" saat dirinya menjadi anggota parlemen "bukan karena apa yang saya lakukan tetapi karena siapa diri saya, tempat asal saya dan warna kulit saya".

Dalam tulisannya di Junkee dia mengatakan politisi "semakin sering menggunakan umpan rasisme untuk mendapatkan suara".

"Saya bisa berdiri di Pantai Bondi, menghidangkan sosis sanger bertopi Akubra, dibalut bendera Australia dengan tato southern cross dan bagi sebagian orang, saya tetap bukan orang Australia," tulisnya di artikel Junkee.

Faruqi mengatakan dirinya gembira akan membawa "keberagaman yang sangat diperlukan" ke Canberra, dan berharap kehadirannya akan mendorong semua warga Australia bukan hanya kulit putih.

"Kenyataannya adalah parlemen federal kami tidak seperti apa yang terlihat di jalan-jalan Australia. Dengan perlahan tetapi pasti, berbagai hal sedang berubah," sebutnya. (BBC)


Editor :
Sadam

universitas teuku umar
Komentar Anda