Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Dunia / AS Memantik Kemarahan Cina

AS Memantik Kemarahan Cina

Rabu, 26 September 2018 11:04 WIB


Foto: detikfinance

DIALEKSIS.COM | Taiwan - Beijing menuntut Amerika Serikat (AS) untuk segera membatalkan perjanjian menjual peralatan militer ke Taiwan atau menghadapi kerusakan hubungan diplomatik yang parah.

Desakan Cina tersebut menyusul persetujuan Departemen Luar Negeri AS untuk menjual suku cadang militer senilai $ 330 juta ke Taiwan, menurut pejabat, yang memantik kecaman sengit dari Cina.

Pulau yang merdeka itu, tapi oleh Beijing dianggap sebagai bagian dari wilayahnya, akan menerima suku cadang standar untuk beberapa pesawat, termasuk jet tempur F-16 dan pesawat kargo C-130, kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan pada Senin (24/09).

"Kami mendesak pihak AS untuk segera membatalkan rencana penjualan senjata ini, dan menghentikan kontak militer dengan Taiwan untuk menghindari kerusakan parah pada hubungan Cina-AS, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan kerjasama bilateral di bidang-bidang utama," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang kepada wartawan.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Cina memperingatkan bahwa penjualan itu mengganggu urusan dalam negeri Cina dan merugikan kedaulatan dan kepentingan keamanan Cina.

Kongres AS memiliki 30 hari untuk mengajukan keberatan terhadap penjualan tersebut, meskipun hal ini tidak mungkin terjadi mengingat Departemen Luar Negeri telah menetapkan bahwa Taiwan terus menjadi kekuatan penting untuk stabilitas politik, keseimbangan militer, dan kemajuan ekonomi di kawasan ini.

Washington tetap merupakan sekutu tidak resmi paling kuat Taipei dan pemasok senjata utamanya, meskipun AS telah mengalihkan pengakuan diplomatik ke Beijing pada 1979.

Taiwan terpisah dari daratan pada tahun 1949, tetapi Cina tetap mengklaim sebagai bagian dari wilayahnya dan telah mengancam akan menyerang pulau itu untuk menyatukan kembali dengan daratan.

Cina telah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Taiwan, sejak Presiden Tsai Ing-wen yang berkuasa di Beijing, termasuk melakukan serangkaian latihan militer di dekat pulau itu.

Sementara Taiwan menyambut pengumuman AS itu, dan mengatakan hal itu akan memperkuat kemampuan pertahanannya.

Kantor kepresidenan Taiwan mengatakan pemerintah pulau itu akan terus meningkatkan investasi pertahanannya dan menjaga komunikasi dan kerja sama erat dengan AS terkait masalah keamanan.

Pada hari Selasa, seorang pejabat Cina mengatakan bahwa China tidak dapat mengadakan pembicaraan dengan Washington sementara AS memegang pisau ke tenggorokan Beijing. (aljazeera)


Editor :
Indri

universitas teuku umar
Komentar Anda